Lansia di OKUT Ditemukan Tewas Usai Hilang 3 Hari di Sungai Komering

- Seorang lansia bernama Zainudin (74) di OKU Timur ditemukan meninggal dunia setelah hilang tiga hari usai mencoba menyeberangi Sungai Komering dengan berenang.
- Tim SAR gabungan menemukan jasad korban mengapung sekitar dua kilometer dari lokasi awal dan menyerahkannya kepada keluarga untuk dimakamkan.
- Pihak SAR mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai yang memiliki arus deras.
OKU Timur, IDN Times - Seorang pria lanjut usia (lansia) di OKU Timur yang dilaporkan hilang setelah menyeberangi Sungai Komering dengan cara berenang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban, Zainudin (74), diduga terseret arus sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan usai tiga hari pencarian, Minggu, 15 Maret.
"Korban ditemukan mengapung di pinggir sungai di Desa Ulak Baru, Semendawai Barat, dengan jarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi awal kejadian," ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Senin (16/3/2026).
1. Korban sempat diingatkan untuk tidak menyeberang sungai

Raymond menjelaskan, korban dilaporkan hilang saat berusaha menyeberangi sungai untuk mengunjungi cucunya di Desa Suka Negeri. Warga yang melihat korban nekat berenang sempat memberikan peringatan, namun nahas, korban diduga terseret arus sungai.
"Warga setempat sempat mengingatkan korban agar tidak menyeberang dengan berenang karena kondisi arus sungai yang cukup deras," jelas dia.
2. Jasad korban diserahkan kepada keluarga

Selanjutnya, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka. Jasad korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
"Jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing," jelas dia.
3. Ingatkan masyarakat dalam beraktivitas di dekat sungai

Dari kejadian ini, Raymond mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas di aliran sungai. Terlebih, aliran sungai yang memiliki arus cukup deras.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan guna menghindari kejadian serupa," bebernya.

















