Didesak Tuntaskan Janji Kampanye, Wali Kota Ratu Dewa Minta Waktu

- Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta warga bersabar dan memberi waktu hingga akhir masa jabatan untuk menuntaskan janji kampanye terkait infrastruktur dan drainase kota.
- Dewa menjelaskan masih memiliki sekitar tiga tahun masa kerja bersama Wakil Wali Kota Prima Salam untuk merealisasikan program unggulan seperti Palembang Sehat, Jamu, dan WiFi gratis.
- Ia menegaskan penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi antarinstansi serta menyatakan pemerintah kota terbuka terhadap kritik dan masukan masyarakat demi peningkatan kinerja.
Palembang, IDN Times - Sejumlah warga Palembang mendesak Wali Kota Ratu Dewa segera merealisasikan seluruh janji kampanye termasuk penanganan infrastruktur kota serta perbaikan drainase mengantisipasi banjir dan genangan air.
Menanggapi desakan tersebut, Ratu Dewa memohon agar warga bisa sabar. Dirinya juga meminta waktu hingga akhir masa jabatan untuk menyelesaikan semua program prioritas bersama pasangannya, Wakil Wali Kota Prima Salam.
"Mohon diberi waktu untuk merealisasikan komitmen yang telah kami sampaikan," kata dia, Kamis (30/4/2026).
1. Sebut masih ada waktu 3 tahun untuk perbaiki Kota Palembang

Menurut Dewa, sebagai pejabat daerah, dirinya dan Prima Salam masih memiliki waktu untuk menuntaskan berbagai program rumusan “Palembang Berdaya Palembang Sejahtera”.
“Pelantikan kami 20 Februari 2025, belum dua tahun menjabat. Kami masih punya waktu lebih kurang tiga tahun lagi," jelasnya.
2. Persoalan banjir Palembang butuh penanganan integrasi

Lebih lanjut ia menyampaikan, sejumlah program unggulan telah disiapkan dan mulai berjalan, antara lain program Palembang Sehat, Palembang Peduli, Palembang Gercep, Program Kelakar (Keluhan Anda Langsung Kelar), Adogawe, Palembang bebas macet, Palembang Belagak serta penyediaan bank sampah di setiap kelurahan.
Termasuk kata Dewa, Program Jamu (Jalan Mulus), WiFi gratis, hingga Palembang Budaya dan Palembang Cerdas. Sementara untuk infrastruktur, ia menyebut perbaikan jalan kota dan lingkungan sudah mulai dialokasikan anggarannya.
“Persoalan banjir ini harus ditangani secara terintegrasi, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Antara pemerintah kota, provinsi, dan balai harus terpadu,” jelasnya.
3. Ratu Dewa tegaskan pemkot tidak anti kritik

Dewa juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dari masyarakat. Menurutnya, masukan tersebut menjadi bagian penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
“Silakan kritik, saran, dan masukan. Selama itu membangun, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk menuntaskannya," jelas dia.

















