Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kodam II Sriwijaya Siaga 1, Siapkan Personel Waspada Konflik Global
Dok. Instagram Kodam II/Sriwijaya
  • Kodam II/Sriwijaya menyiagakan personel tingkat 1 sesuai instruksi Panglima TNI untuk mengantisipasi potensi konflik global, terutama di kawasan Timur Tengah.
  • Status siaga ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab, menegaskan profesionalisme prajurit meski bertepatan dengan bulan Ramadan dan berbagai tantangan keamanan.
  • Pangdam II/Sriwijaya menekankan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat produktif seperti ojek online dan buruh demi menjaga stabilitas keamanan wilayah Sumatera Selatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
8 Februari 2026

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan komitmen sinergi keamanan bersama Polri dan pemerintah daerah dalam Apel 'Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae' di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang.

1 Maret 2026

Panglima TNI mengeluarkan Telegram Nomor TR/283/2026 berisi perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional menghadapi dinamika konflik internasional.

7 Maret 2026

Kodam II/Sriwijaya membentuk personel siaga secara serentak melibatkan seluruh unsur kekuatan TNI dari matra darat, laut, dan udara sesuai instruksi Panglima TNI.

9 Maret 2026

Kodam II/Sriwijaya menggelar apel pasukan di Lapangan Makodam untuk memastikan kesiapan personel menghadapi situasi keamanan global terkini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kodam II/Sriwijaya menetapkan status Siaga 1 dan menyiagakan seluruh personel untuk mengantisipasi potensi dampak konflik global, terutama perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
  • Who?
    Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan siaga penuh kepada seluruh jajaran TNI, yang dilaksanakan oleh Kodam II/Sriwijaya di bawah pimpinan Mayjen TNI Ujang Darwis dan Kolonel Inf Rony Fitriyanto.
  • Where?
    Kegiatan apel kesiapsiagaan digelar di Lapangan Apel Makodam II/Sriwijaya, Palembang, serta melibatkan satuan-satuan TNI di wilayah kerja Kodam II/Sriwijaya.
  • When?
    Instruksi siaga diberlakukan sejak 1 Maret 2026, dengan apel kesiapan pasukan dilaksanakan pada 7 Maret 2026 dan keterangan resmi disampaikan pada Senin, 9 Maret 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional menghadapi dinamika konflik internasional dan menjaga stabilitas keamanan nasional sesuai perintah Panglima TNI.
  • How?
    Kesiapsiagaan diwujudkan melalui apel pasukan, koordinasi lintas matra darat-laut-udara, serta sinergi bersama
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tentara di Palembang lagi siap banget karena ada perintah dari jenderal besar. Mereka harus siaga satu supaya kalau ada masalah di dunia, semua sudah siap. Banyak tentara ikut apel di lapangan, dari darat, laut, sampai udara. Sekarang mereka kerja bareng polisi dan orang daerah biar tempatnya tetap aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kodam II Sriwijaya mulai menyiagakan personel waspada konflik global sesuai instruksi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang berisi perintah siaga tingkat 1 bagi seluruh jajaran TNI, mengantisipasi perkembangan situasi global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.

"Gelar apel pasukan di lapangan Apel Makodam II Sriwijaya sudah digelar untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi dinamika situasi keamanan terkini," ujar Asisten Operasi Kepala Staf Komando Daerah Militer Kodam II Sriwijaya, Kolonel Inf Rony Fitriyanto dalam keterangan rilis yang diterima, Senin (9/3/2026).

1. Kesiapsiagaan merupakan kewajiban mutlak

Dok. Instagram Kodam II/Sriwijaya

Pembentukan personel digelar serentak oleh seluruh satuan di jajaran Kodam II Sriwijaya pada 7 Maret lalu dengan melibatkan seluruh unsur kekuatan TNI, mulai dari Matra Darat, Laut, hingga Udara.

"Sebagai prajurit, kesiapsiagaan merupakan kewajiban mutlak yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi," kata dia.

Diketahui, instruksi Panglima TNI disampaikan melalui Telegram Nomor TR/283/2026 yang diteken Asisten Operasi Panglima TNI Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026.

Dalam dokumen tersebut, jajaran TNI diperintahkan meningkatkan kesiapsiagaan operasional menyusul dinamika konflik internasional serta pertimbangan terhadap situasi dalam negeri. Perintah siaga tingkat 1 berlaku sejak 1 Maret 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.

2. Status siaga harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab

Ilustrasi anggota TNI AD (Dok. IDN Times)

Kolonel Inf Rony Fitriyanto mengatakan, status siaga ini harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kesungguhan hati. Ia menekankan bahwa profesionalisme prajurit diuji melalui kepatuhan terhadap instruksi komando atas.

“Perintah ini adalah amanah yang wajib dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata dia.

Lebih lanjut, Kolonel Inf Rony Fitriyanto menyampaikan, mengenai pelaksanaan tugas di tengah bulan suci Ramadan. Menurutnya, ibadah puasa bukanlah penghalang bagi prajurit untuk tetap waspada. Sejarah telah membuktikan bahwa tantangan keamanan bisa muncul kapan saja tanpa mengenal waktu.

3. Jaga keamanan Bumi Sriwijaya sinergi berbagai aparat dan stakeholder

Ilustrasi anggota TNI AD Foto: ANTARA FOTO/Rahmad

Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis menambahkan, Kodam II/Sriwijaya pun senantiasa bersinergi dengan Polri dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan intruksi siaga 1.

Kata dia, penguatan keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada aparat formal, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif elemen masyarakat produktif. Ia pun menyampaikan penting melibatkan dan menjaga keamanan menggandeng ojek online dan kaum buruh.

Komitmen tersebut ia sampaikan dalam Apel "Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae" pada 8 Februari 2026 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang yang juga dipimpin langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta turut dihadiri jajaran Forkopimda Sumsel seperti Gubernur Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandinugroho dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

"keamanan di Bumi Sriwijaya adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga," kata Mayjen TNI Ujang Darwis.

Editorial Team