Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kloter PLM-13 Berangkat & Pulang Utuh Meski Dominan Jemaah Lansia

Kloter PLM-13 Berangkat & Pulang Utuh Meski Dominan Jemaah Lansia
Para jemaah haji kloter PLM-13 tampak menunggu waktu keberangkatan di bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz Madinah (Dok. MCH 2026)
Intinya Sih
  • Kloter PLM 13 asal Palembang sukses memulangkan seluruh 444 jemaah lansia dan berisiko tinggi dalam keadaan utuh, menjadi contoh keberhasilan penyelenggaraan haji yang aman dan manusiawi.
  • Keberhasilan ini didukung pendekatan proaktif tim kesehatan melalui visitasi rutin, deteksi dini, serta koordinasi harmonis antarpetugas yang menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara seluruh anggota kloter.
  • Kemenhaj mencatat ratusan ribu jemaah telah tiba di Tanah Air dan menegaskan komitmen menjaga keselamatan hingga akhir pemulangan, sembari mengajak membawa nilai kebaikan dari Tanah Suci untuk negeri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Madinah, IDN Times — Misi menjaga keselamatan jemaah di Tanah Suci sering kali menjadi ujian terberat bagi para petugas haji. Namun, Kelompok Terbang (Kloter) 13 asal Embarkasi Palembang (PLM 13) berhasil membuktikan bahwa dedikasi dan empati mampu menjadi benteng pelindung yang kokoh.

Kloter ini menjadi salah satu contoh sukses dalam penyelenggaraan ibadah haji, dengan mengantar dan memulangkan seluruh 444 jemaahnya dalam keadaan utuh, tanpa ada satu pun jemaah yang tertinggal atau wafat. Prestasi ini terasa semakin luar biasa mengingat lebih dari 90 persen jemaah di kloter tersebut masuk dalam kategori lanjut usia (lansia) dan memiliki kondisi risiko tinggi (risti).

Di tengah masifnya pergerakan arus balik, di mana hingga Jumat (19/6/2026) Kemenhaj mencatat telah ada 121.301 jemaah dan petugas yang tiba di Indonesia, kepulangan utuh Kloter PLM 13 memberikan napas kelegaan dan pesan moral yang mendalam tentang pentingnya menjaga amanah kehidupan.

1. Empati setiap visitasi rutin

Seorang jemaah haji pria mengenakan kopyah putih duduk di kursi bandara sambil memegang bantal, sementara petugas membantu lansia di kursi roda.
Isrudin (kopiah putih), jemaah haji kloter PLM 13 ikhlas dan sabar mendampingi empat lansia yang menggunakan kursi roda, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian antarjemaah (dok. MCH 2026)

Keberhasilan memulangkan 444 jemaah ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras yang dilatari rasa kemanusiaan tinggi dari tim pendamping. Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter PLM 13, dr. Nora Ramkita, membagikan rahasia di balik keselamatan jemaahnya.

Menurutnya, kesehatan jemaah lansia tidak hanya dipertahankan lewat obat-obatan medis, melainkan melalui pendekatan humanis yang rutin dan berkelanjutan.

"Kunci keberhasilan pelayanan kesehatan haji adalah pencegahan, deteksi dini, dan mengutamakan keselamatan jemaah, terutama lansia, disabilitas, dan kelompok risiko tinggi," tutur dr. Nora ditemui di Bandara Prince Mohammed bin Abdulazzis, Madinah Sabtu (20/06/2026).

Alih-alih menunggu jemaah datang berobat ke klinik, dr. Nora bersama timnya "jemput bola" dengan melakukan visitasi rutin kamar ke kamar di hotel jemaah. Mereka tidak hanya memeriksa tanda-tanda vital, tetapi juga membangun kedekatan emosional untuk memantau kondisi psikologis, memastikan jemaah patuh meminum obat, dan memberikan edukasi agar jemaah tidak memaksakan fisik saat beribadah, terutama di luar jam-jam krusial.

2. Harmoni sebuah "Keluarga Kloter"

6174982968498130569.jpg
Isrudin (kopiah putih), jemaah haji kloter PLM 13 ikhlas dan sabar mendampingi empat lansia yang menggunakan kursi roda, menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian antarjemaah (dok. MCH 2026)

Selain pendekatan proaktif dari tim kesehatan, keberhasilan Kloter PLM 13 juga bertumpu pada kuatnya rasa kekeluargaan dan koordinasi lintas sektoral. Ego sektoral dilebur menjadi satu kesatuan komando.

Harmonisasi antara tim kesehatan, ketua kloter, dan pembimbing ibadah menjadi kunci dalam mengambil keputusan-keputusan di lapangan. Mereka juga tidak ragu untuk berkoordinasi secara cepat dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) hingga rumah sakit rujukan milik Pemerintah Arab Saudi jika ada jemaah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kisah Kloter PLM 13 ini menjadi bukti nyata bahwa jargon "Haji Ramah Lansia" bukan sekadar slogan di atas kertas. Di balik angka-angka kepulangan ratusan ribu jemaah ke Tanah Air, ada keringat, empati, dan doa tanpa henti dari para petugas yang memastikan bahwa setiap nyawa yang dititipkan untuk beribadah di Tanah Suci dapat kembali dengan selamat ke pelukan keluarga mereka.

3. Dari Tanah Suci untuk negeri

20260617_084615.jpg
Jemaah haji Indonesia pulang ke kampung halaman melalui Bandara Prince Mohammed bin Abdulaziz, Madinah (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)

Hingga hari ke-18 masa pemulangan (atau hari ke-60 operasional haji), Kemenhaj mencatat sebanyak 309 kloter jemaah reguler—yang terdiri dari 120.065 jemaah dan 1.236 petugas—telah tiba di berbagai debarkasi. Selain itu, ada 15.802 jemaah dan petugas haji khusus yang juga sudah menjejakkan kaki di Tanah Air.

Kemenhaj berkomitmen akan terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh jemaah Indonesia tiba dengan selamat. Jubir Kemenhaj Ichsan Marsha berpesannya dengan sebuah seruan yang merefleksikan transformasi sosial pascalangsungnya ibadah haji.

“Dari Tanah Suci untuk Negeri, mari membawa pulang nilai dan menebarkan manfaat demi sukses peradaban,” pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila

Latest News Sumatera Selatan

See More