Ogan Ilir, IDN Times – Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana ekologis yang terjadi setiap tahun di Sumatra Selatan. Di balik itu, kehadiran Manggala Agni dan tim gabungan lainnya menjadi garda terdepan dalam proses pemadaman dan menjaga lahan agar tetap jauh dari kobaran si jago merah.
Tentunya pekerjaan penuh risiko dan tantangan ini menuntut pengorbanan besar bagi tim Manggala Agni. Seperti yang diungkapkan Mat Junani, Kepala Regu IV, Daops XIV Sumatra wilayah kerja Banyuasin. Pria yang juga Komandan Api di lapangan ini terpaksa tinggal di zona rawan bersama tim demi penanggulangan awal kebakaran.
Saat ini Mat, sapaan akrabnya, tengah berjibaku menangani Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir, salah satu titik rawan Karhutla di Sumsel. Bahkan setelah keluarnya informasi BMKG terkait kemarau, timnya sudah siaga penuh sejak April kemarin. Bagi mereka, pantang pulang sebelum karhutla padam.
"Kalau di Ogan Ilir itu pos kita di Pegayut, sengaja ngontrak rumah di sana selama masa penanganan karhutla ini. Dulu sempat pasang tenda, tapi karena dirasa cukup lama di sana, jadi kami memilih cari kontrakan," ujarnya.
