Palembang, IDN Times – Kerinduan terhadap keluarga selalu menyertai Dwi Dahlia setiap kali berangkat menjalankan tugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah berhari-hari berjibaku dengan panas dan asap di lapangan, ia hanya ingin kembali ke rumah, menikmati masakan ibu, dan berkumpul bersama keluarga.
Dahlia menjadi satu-satunya perempuan di antara mayoritas petugas pemadam laki-laki di lingkungan kerjanya. Pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik, kesiapan mental, dan kemampuan menghadapi berbagai risiko di kawasan kebakaran. Sejak 2022, Dahlia bekerja sebagai petugas Forest Protection di Distrik Lebong Hitam PT SBA, Ogan Komering Ilir. Sebelumnya, ia pernah berprofesi sebagai perawat.
Salah satu tantangan yang harus dihadapinya adalah menerobos hutan bersama tim sambil membawa perlengkapan pemadaman. Selang dan peralatan lainnya harus diangkut melewati medan yang sulit, sementara suhu tinggi, angin kencang, dan asap tebal menambah berat pekerjaan. Di tengah situasi tersebut, Dahlia harus menjaga kondisi tubuh sekaligus mengikuti pergerakan tim. Kelelahan menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika api belum berhasil dikendalikan.
"Perasaan takut tidak bisa pulang dan ketemu keluarga lagi itu wajar dirasakan petugas pemadam. Apalagi, saya satu-satunya perempuan di antara mayoritas petugas laki-laki," ungkap Dahlia.
Risiko yang dihadapi juga tidak terbatas pada kobaran api. Petugas harus mewaspadai paparan asap, pohon tumbang, hingga kemungkinan terperosok ke dalam tanah gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaannya.
