Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketika Gen Z Palembang Ngeluh Ngopi di Kafe Makin Mahal
Proses pembuatan kopi (IDN Times/Rangga Erfizal)

  • Harga kopi di kafe naik dari sekitar Rp20 ribu menjadi Rp25–30 ribu per gelas, membuat pelanggan mulai merasakan beban tambahan saat membeli.

  • Kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya produksi seperti biji kopi, kemasan, dan operasional yang berdampak langsung pada penyesuaian harga jual di kafe.

  • Sebagian pelanggan mulai mengurangi frekuensi ngopi di kafe dan mempertimbangkan alternatif lebih hemat seperti membuat kopi sendiri di rumah.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kenaikan harga kopi di sejumlah kafe belakangan mulai dirasakan langsung oleh pelanggan. Secangkir kopi yang dulu masih terjangkau, kini perlahan mengalami penyesuaian harga, membuat sebagian konsumen harus berpikir ulang sebelum membeli.

Bagi penyuka kopi, ngopi di kafe bukan hanya soal minuman, tetapi juga aktivitas sosial. Tempat ini menjadi ruang untuk berbincang dan berkumpul bersama teman. Namun, ketika harga mulai naik, pengalaman tersebut ikut terasa berbeda.

"Ke coffee shop sebenarnya untuk nongkrong dan ngobrol sama teman-teman," ungkap Romadon, Gen Z Palembang yang hobi nongkrong, kepada IDN Times, Senin (13/4/2026).

1. Rasakan kenaikan kopi lebih mahal

Kedai Sangkar Coffee Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Romadon menjelaskan, kenaikan harga kopi cukup terasa dalam beberapa waktu terakhir. Dirinya menilai harga yang sebelumnya berkisar Rp20 ribu per gelas kini naik menjadi Rp25 ribu per gelas.

"Kenaikannya terasa banget, dari Rp20 ribu sekarang bisa sampai Rp25-30 ribu. Kayak gak wajar aja," ujarnya.

2. Tetap ngopi tiap hari

Kedai Sangkar Coffee Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurutnya, menu yang ditawarkan di coffee shop umumnya tidak banyak berubah. Minuman yang dikonsumsi pun masih didominasi oleh kopi susu seperti biasa, tanpa perbedaan signifikan yang dirasakan pelanggan.

"Tentu berat dengan kenaikan ini, karena kita ngopi hampir setiap hari," bebernya.

3. Cari alternatif ngopi murah di rumah

Kedai Sangkar Coffee Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski begitu, ia mengaku belum sepenuhnya membatasi kebiasaan membeli kopi. Namun, ada kecenderungan untuk mencari alternatif yang lebih hemat, seperti mulai mempertimbangkan investasi mesin kopi rumahan.

"Kalau ngebatasin sih belum, paling ke depannya mungkin lebih ke investasi beli mesin kopi sendiri di rumah," jelasnya.

Kenaikan harga kopi dilakukan seiring meningkatnya biaya produksi, mulai dari harga biji kopi, kemasan plastik, hingga biaya operasional lainnya. Kondisi ini turut dirasakan pelanggan, terutama mereka yang rutin mengonsumsi kopi di kafe.

Sejumlah pelanggan mengaku mulai mempertimbangkan ulang frekuensi pembelian atau mencari alternatif lain, seperti membuat kopi sendiri di rumah. Selama harga masih mengalami penyesuaian, perubahan pola konsumsi ini berpotensi terus terjadi.

"Kenaikannya (harga kopi) terasa banget," jelasnya.

Editorial Team