Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Langka Bayi Sirenomelia di Tulung Selapan OKI, Meninggal usai Dilahirkan
Video bayi di OKI yang lahir dengan kondisi Sirenomelia viral di media sosial. (Instagram: nuter.id)
  • Bayi dengan sirenomelia alias mermaid syndrome lahir di Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, OKI

  • Anak yang dilahirkan dalam kondisi Sirenomelia tersebut merupakan anak ketiga

  • Sang bayi langsung dimakamkan setelah dinyatakan wafat sesaat usai dilahirkan

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ogan Komering Ilir, IDN Times – Kasus kelahiran langka dialami oleh pasangan Juwit dan Susi, warga Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Buah hati mereka yang belum diketahui jenis kelaminnya itu mengalami sirenomelia atau Mermaid Syndrome saat dilahirkan.

Sontak, kasus kelainan bawaan ini membuat masyarakat heboh dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak kedua tungkai kaki sang bayi menyatu menyerupai ekor putri duyung. Sayangnya, bayi yang dilahirkan pada Jumat (24/7/2026) hanya mampu bertahan hidup beberapa saat setelah proses persalinan karena kondisi medis yang dialaminya.

1. Sang bayi dilahirkan di kampung halaman orang tuanya di OKI

Video bayi di OKI yang lahir dengan kondisi Sirenomelia viral di media sosial. (Instagram: nuter.id)

Arni, salah seorang warga setempat, mengatakan kedua orang tua bayi sebelumnya tinggal di Desa Jelutung, Provinsi Bangka Belitung. Namun menjelang persalinan, keduanya memutuskan pulang ke kampung halaman di Desa Kuala Dua Belas yang merupakan rumah orang tua mereka.

"Pasangan ini sebenarnya tinggal di Desa Jeluntung, kemudian pulang ke Kuala Dua Belas untuk melahirkan. Saat lahir, kondisi kedua kaki bayinya menyatu dan jenis kelaminnya juga belum terlihat jelas,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

2. Anak yang dilahirkan dalam kondisi Sirenomelia tersebut merupakan anak ketiga

ilustrasi bayi. (unsplash.com/Christian Bowen)

Menurut kesaksian beberapa warga, selain kedua tungkai yang menyatu, organ reproduksi luar bayi juga tidak tampak jelas sehingga jenis kelaminnya belum dapat dipastikan secara medis. Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat karena merupakan kejadian yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya.

"Kami semua kaget karena belum pernah ada kejadian seperti ini. Sangat disayangkan, bayinya tidak bertahan lama setelah dilahirkan,” jelas Arni.

Diketahui anak yang dilahirkan dalam kondisi Sirenomelia tersebut merupakan anak ketiga. Informasi mengenai kondisi bayi pertama kali diketahui warga melalui video yang beredar di media sosial.

3. Sang bayi langsung dimakamkan setelah dinyatakan wafat usai dilahirkan

ilustrasi bayi (pixabay.com/bongbabyhousevn)

Arni menyebutkan, sang bayi langsung dimakamkan setelah dinyatakan wafat usai dilahirkan.

"Kami mengetahui video yang beredar tentang anak tetangga kami langsung viral, karena kondisinya seperti putri duyung. Kami kaget dan turut berbelasungkawa," ujarnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihak Dinas Kesehatan OKI maupun pemerintah kecamatan saat dikonfirmasi belum memberikan tanggapan terkait kasus kelahiran langka tersebut.

Editorial Team

Related Article