Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla di Palembang Capai 358 Hektare, Apa Tindak Lanjut Pemkot?
Kondisi kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Karhutla di Palembang sepanjang Januari hingga 18 Oktober 2026 mencapai 358,28 hektare, dengan sekitar 741 titik api di lahan kosong.

  • Pemkot Palembang memperkuat patroli, pemantauan 24 jam, dan posko siaga di 18 kecamatan, terutama pada wilayah yang berulang mengalami kebakaran.

  • Tim gabungan ratusan personel serta 1.605 anggota Satlinmas dikerahkan; Kertapati mencatat kejadian terbanyak dengan 138 kasus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan di Palembang sepanjang Januari hingga 18 Oktober 2026 mencakup 358,28 hektare, dengan sekitar 741 titik api di lahan kosong.
  • Who?
    Pemkot Palembang, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, TNI/Polri, petugas kecamatan dan kelurahan, serta 1.605 anggota Satlinmas terlibat dalam penanganan.
  • Where?
    Karhutla terjadi di Palembang, terutama Kecamatan Kertapati, Alang-Alang Lebar, Sematang Borang, Gandus, dan Sukarami. Delapan kelurahan tercatat mengalami kebakaran berulang.
  • When?
    Luasan kebakaran dihitung sejak Januari hingga 18 Oktober 2026. Wali Kota Ratu Dewa menyampaikan langkah penanganan pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Why?
    Tindak lanjut dilakukan karena area karhutla kian meluas dan sejumlah wilayah memiliki riwayat kebakaran berulang.
  • How?
    Pemkot memperkuat patroli, posko siaga di 18 kecamatan, pemantauan dan pelaporan 24 jam, patroli di delapan kecamatan rawan, serta pengaktifan Satlinmas dan kelompok siskamling.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan lahan di Palembang membakar 358 hektare tanah sampai 18 Oktober 2026. Ada 741 tempat api. Pemerintah kota membuat pos siaga di 18 kecamatan dan berjaga sehari penuh. Banyak petugas ikut patroli. Kertapati paling sering kebakaran. Warga juga diminta cepat memberi tahu kalau melihat api.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah meluasnya karhutla, respons Pemkot Palembang menunjukkan penguatan kesiapsiagaan yang terarah. Posko siaga di 18 kecamatan, pemantauan 24 jam, serta tim gabungan ratusan personel memberi dasar bagi penanganan lebih cepat di wilayah rawan. Keterlibatan Satlinmas dan kelompok siskamling juga memperluas kewaspadaan serta jalur informasi warga saat titik api ditemukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Luasan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palembang sepanjang Januari hingga 18 Oktober 2026 mencapai 358,28 hektare. Berdasarkan luasan itu, sekitar 741 titik di lahan kosong menjadi tempat munculnya titik api saat karhutla.

Melihat kondisi area karhutla yang kian meluas, Pemerintah Kota Palembang (Pemkot) melakukan sejumlah tindak lanjut penanganan karhutla.

1. Janji lakukan penanganan karhutla lebih cepat

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut Wali Kota Palembang Ratu Dewa, upaya pencegahan karhutla yang kini dilakukan pemkot meliputi penguatan patroli, pemantauan, dan langkah penanganan yang lebih cepat, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang.

"Kesiapan diperkuat melalui posko siaga lapangan di 18 kecamatan, pemantauan dan pelaporan selama 24 jam," ujar Ratu Dewa, dikutip Rabu (21/10/2026).

2. Lakukan patroli dari personel gabungan

Kabut asap Palembang di malam hari (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dalam melakukan patroli, Pemkot menyiagakan tim gabungan yang berjumlah ratusan personel dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, TNI/Polri, dan petugas dari kecamatan serta kelurahan di wilayah setempat.

"Termasuk patroli di delapan kecamatan rawan dan lokasi yang berulang kali mengalami kebakaran," kata dia.

3. Siagakan personel Satlinmas

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni terus memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Hari ini, water bombing telah dilakukan 26 kali water bombing di wilayah Sungai Perlu dan Teluk Rengas, Tanjung Puting. (Dok. Kemenhut)

Kemudian, penanganan karhutla yang dilakukan pemkot juga termasuk optimalisasi penguatan keamanan lingkungan dengan menyiagakan 1.605 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang tersebar di seluruh kelurahan serta terdapat 327 kelompok sistem keamanan lingkungan (siskamling) dengan 160 di antaranya tercatat aktif.

Langkah tersebut, kata Dewa, merupakan cara sederhana dalam meningkatkan kewaspadaan masyarakat, mempercepat penyampaian informasi ketika ditemukan titik api, serta mendukung upaya pencegahan sebelum kebakaran meluas.

4. Tercatat 8 kelurahan di Palembang mengalami karhutla berulang

ilustrasi karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

Dia mengatakan Kecamatan Kertapati menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 138 kasus, Alang-Alang Lebar 113 kasus, Sematang Borang 106 kasus, Gandus 93 kasus, dan Sukarami 86 kasus. Kelurahan dengan kejadian terbanyak meliputi Talang Kelapa 56 kasus, Bukit Baru 49 kasus, dan Karya Jaya 48 kasus.

Sementara ada delapan kelurahan yang mengalami kebakaran lahan berulang, sebagai berikut:

  1. Keramasan

  2. Karya Jaya

  3. Gandus

  4. Pulokerto

  5. Bukit Baru

  6. Siring Agung

  7. Sukamulya

  8. Karya Mulya

Curated For You

Editorial Team

Related Article