Palembang, IDN Times - Hembatan Ampera merupakan ikon Kota Palembang. bertransformasi jadi lautan manusia. Tren ini rutin berlangsung tiap Lebaran Idul Fitri. Tak hanya dipadati masyarakat, lalulintas sekitar pun mendadak hening.
Biasanya kendaraan lalu lalang dari hilir ke hulu di sepanjang Jembatan Ampera. Tetapi saat momen lebaran, area setempat ditutup oleh pihak kepolisian sejak pukul 06.00 WIB. Tahun ini pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, fenoma tersebut berulang.
Jembatan Ampera jadi Lautan Manusia, Tren Idul Fitri Tiap Tahun

1. Jembatan Ampera transformasi lautan manusia dari padat kendaraan
Pantauan IDN Times, sejak subuh masyarakat mulai berdatangan dari hulu ke hilir dengan jalan kaki untuk melaksanakan salat id berjemaah di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo. Halaman masjid pun dipenuhi warga hingga membludak ke atas Jembatan Ampera.
Rizky Febrijansyah (23) salah satu warga Palembang mengatakan, sudah dua kali melaksanakan salat idul fitri di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayowikramo.
"Kalau hari biasa gak bisa lihat seperti ini (lautan manusia). Saya sudah dua kali salat di sini, jadi seperti unik saja Ampera yang biasanya padat kendaraan sekarang jadi tempat salat," katanya, Sabtu (21/3/2026).
2. Jembatan Ampera Palembang jadi lautan manusia setahun dua kali
Pemandangan unik ini, menurut Rizky menjadi salah satu wisata yang hanya dilakukan ketika hari idul fitri dan idul adha. Ia pun memanfaatkan momen tersebut untuk berswafoto bersama keluarga.
"Bareng adek salat di sini, jarang-jarang foto background Ampera jembatannya penuh manusia. Setahun cuma dua kali ini,"ujarnya.
3. Jembatan Ampera jadi lautan manusia jadi tradisi unik
Aji Yulianto (36) salah satu fotografer lepas mengatakan, momen lebaran di Palembang selalu ia abadikan saat pelaksanaan salat idul fitri di atas Jembatan Ampera.
"Suasana Jembatan Ampera jadi lautan manusia ini dapat dibilang unik. Hanya bisa di foto saat hari lebaran saja," jelasnya.