Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melaporkan jumlah hotspot atau titik panas dalam 24 jam terakhir hingga Senin (26/10/2026) pukul 05.00 WIB tercatat sebanyak 73 titik. Angka tersebut turun dari sehari sebelumnya, Minggu (25/10/2026), yang masih mencatat angka 823 titik.
Kendati demikian, kualitas udara di dua wilayah masih masuk kategori berbahaya. Kabupaten Penukal Abab dan Lematang Ilir (PALI) serta Musi Rawas masih mencatatkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) PM2,5 masing-masing 436 dan 353. Sementara Prabumulih berada di kategori sangat tidak sehat dengan angka 207.
Perubahan signifikan terjadi di Kota Palembang yang mencatat angka 177 atau masuk kategori tidak sehat. Sejumlah daerah lain juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, yakni Ogan Ilir dengan angka 101, Musi Banyuasin 110, Muara Enim 122, dan Lahat 169.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penurunan titik panas tersebut terjadi di tengah perubahan kondisi cuaca setelah Sumsel mengalami musim kemarau panjang. Berdasarkan tren selama tujuh hari terakhir, jumlah hotspot di Sumsel menunjukkan penurunan.
Pada 21 Oktober tercatat 2.524 titik, kemudian turun menjadi 2.332 titik pada 22 Oktober dan 1.874 titik pada 23 Oktober. Jumlah tersebut kembali menurun menjadi 1.452 titik pada 24 Oktober, sebelum tercatat sebanyak 336 titik pada 25 Oktober.
"Penurunan tersebut terjadi di tengah kondisi cuaca yang mulai menunjukkan perubahan setelah Sumsel mengalami musim kemarau panjang," ujarnya.
