Harga Emas Palembang Pertengahan Maret, Stabil Rp15,3 juta Sesuku

- Harga emas perhiasan di Palembang pada 13 Maret 2026 stabil, berkisar Rp15,3 juta hingga Rp15,9 juta per suku tergantung toko dan kadar karatnya.
- Perbedaan harga antar toko dipengaruhi kadar emas murni, biaya operasional, serta upah pengerjaan yang berbeda-beda.
- Kebijakan suku bunga The Fed dan penguatan Dolar AS memengaruhi permintaan global serta fluktuasi harga emas di pasar.
Palembang, IDN Times - Harga emas perhiasan Palembang pada 13 Maret 2026 terpantau stabil di sejumlah toko. Harga jual mulai Rp15,3 juta per suku setara 6,7 gram seperti di Toko Anda dan Toko Rajamas Lemabang.
Sementara di Toko E-Mi Gold Plaju harga emas hari ini dijual Rp15,4 juta sesuku dan di Toko Emas Laris Jalan Rustam Effendi harga dibanderol lebih tinggi berkisar Rp15,7-15,9 juta sesuku.
1. Kandungan emas murni memengaruhi harga perhiasan

Diketahui, perbedaan harga emas di beberapa toko perhiasan disebabkan oleh kadar emas yang terkandung mulai dari 18, 22, dan 24 karat. Kemudian, disebabkan oleh biaya upah dan perawatan operasional toko yang beragam.
Secara umum, bila harga emas mengalami penurunan, hal ini dipengaruhi oleh adanya kenaikan suku bunga oleh bank sentral, khususnya The Fed di Amerika Serikat (AS). Ketika suku bunga naik, instrumen investasi berbasis bunga seperti obligasi akan menjadi lebih menarik karena memberikan imbal hasil yang lebih tinggi.
2. Harga emas tergantung nilai tukar Dolar AS

Hal tersebut membuat investor beralih dari emas, yang tidak memberikan imbal hasil, ke aset lain yang lebih menguntungkan. Tidak hanya itu, kenaikan suku bunga juga memperkuat nilai mata uang dolar AS.
Sebab, harga emas dihitung dalam Dolar AS. Maka, penguatan mata uang akan membuat harga emas relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
3. Kebijakan suku bungan berdampak pada keuangan dan harga emas

Akibatnya, permintaan emas global menurun dan hal ini turut menjadi faktor pendorong kenapa harga emas turun signifikan dalam periode tertentu.
Yang perlu dipahami yakni, kebijakan suku bunga bukan hanya memengaruhi sektor keuangan, tetapi juga berdampak besar pada persepsi pasar terhadap nilai aset safe haven seperti emas.


















