Harga Cumi di Palembang Turun, Dampak Banjir dan Pasokan Melimpah

- Harga cumi di Palembang turun dari Rp80 ribu menjadi Rp60 ribu per kg akibat banjir yang membuat pasokan melimpah dan permintaan menurun.
- Ketersediaan cumi di pasar berlebih karena pembeli berkurang, sehingga penjualan harian pedagang menurun hingga maksimal 20 kilogram.
- Pedagang menyiasati turunnya permintaan dengan menjual cumi dalam porsi kecil seharga Rp10 ribu agar stok tidak menumpuk dan tetap laku.
Palembang, IDN Times - Harga sejumlah komoditas pangan di Palembang mengalami fluktuasi. Beberapa harga naik dan sebagian lain menurun. Salah satu yang mengalami penurunan harga yakni komoditas perikanan seperti cumi-cumi.
"Harga turun karena banjir ini," ujar Santo, pedagang ikan di Pasar Km 5 Palembang, Rabu (15/4/2026).
1. Stok cumi melimpah

Akibat banjir yang terjadi di daerah ulu Palembang, kata dia, pasokan cumi pun melimpah dan permintaan justru berkurang. Kondisi ini jelasnya, menyebabkan harga pasar melandai.
"Turun Rp60 ribu per kg, biasanya Rp80 ribu per kg," kata dia.
2. Ketersediaan cumi di pasar berlebih

Selain harga yang turun cukup signifikan, ukuran cumi-cumi pun tidak terlalu besar. Biasanya, lanjut Santo, dalam sehari komoditas perikanan ini bisa terjual hingga 20-30 kilogram. Namun, karena permintaan tidak banyak, maksimal penjualan 20 kg pun sudah terbilang cukup.
"Ketersediaan jadi berlebih, karena yang beli sedikit. Padahal harga lagi turun," jelasnya.
3. Pedagang siasati harga agar cumi laku terjual

Santo menyampaikan, akibat permintaan yang turun di pasar, pedagang pun menyiasati pasokan dengan mengurangi stok untuk dijual di pasar atau dengan sistem boleh beli per Rp10 ribu. Meski tidak sampai 1/4 kg dibeli masyarakat dalam sekali pembelian, cara tersebut cukup efektif untuk menghabiskan barang dagangan.
"Daripada busuk, yang penting laku dijual," kata dia.


















