Harga Cabai Merah dan Rawit Picu Inflasi di Palembang

Palembang, IDN Times - Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel), Endang Tri Wahyuningsi menyampaikan, Palembang mengalami lonjakan inflasi hingga 1,50 persen sepanjang tahun 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu atau year on year (yoy).
"Inflasi yang terjadi karena sejumlah komoditi mengalami kenaikan harga yang tinggi, dan dominan penyumbang terbesar dari harga cabai rawit dan cabai merah yang cukup mahal," ujarnya dalam rilis rutin BPS Sumsel, Selasa (5/1/2021).
1. Rata-rata inflasi di Palembang mencapai 0,58 persen per bulan

Peningkatan inflasi yoy tersebut kata Endang, turut memengaruhi perubahan indikator kenaikan harga komoditi bulanan. Berdasarkan rekap pencatatan BPS Sumsel, inflasi di Palembang per bulan naik sebesar 0,58 persen.
"Angka tersebut dari perhitungan per Desember 2020," kata dia.
2. Telur ayam ras juga turut pengaruhi inflasi di Palembang

Ia menerangkan, inflasi tahunan di Palembang secara kumulatif sepanjang Januari sampai Desember 2020, meningkat karena harga sembako di pasar melambung naik. Termasuk kenaikan harga jual daging ayam ras.
"Telur ayam ras juga mahal, tetapi mayoritas masih komoditi cabai," terangnya.
3. Harga cabai di Lubuk Linggau turut melonjak

Kenaikan inflasi bulanan tidak saja terjadi di Palembang, Lubuk Linggau juga mengalami inflasi pada Desember 2020 dengan nilai 0,39 persen. Sedangkan inflasi menyeluruh berdasarkan yoy mencapai 1,97 persen.
"Sama seperti Palembang, cabai juga jadi komoditi penyumbang inflasi tertinggi. Karena harganya memang melonjak tajam dari akhir tahun sampai sekarang," timpalnya.
4. Secara menyeluruh inflasi di Sumsel bukan karena faktor kelompok makanan saja

Peningkatan inflasi di Palembang dan Lubuklinggau turut berdampak terhadap inflasi di Sumsel. Dari hasil penghitungan bulanan pada Desember 2020, inflasi Sumsel ikut naik di angka 0,57 persen. Sementara pencatatan inflasi tahunan atau yoy di Sumsel senilai 1,55 persen.
"Inflasi Sumsel bukan hanya terjadi pada kelompok bahan makanan saja, tapi juga terjadi inflasi pedesaan sebesar 0,66 persen yang disebabkan oleh naiknya rata-rata harga indeks di hampir semua kelompok, seperti perlengkapan rumah tangga, tempat rekreasi dan olahraga, serta perawatan pribadi maupun jasa lainnya," tandas dia.















