Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Cabai dan Telur Naik Jelang Nataru, Disdag Bentuk Tim Pengawas

Harga Cabai dan Telur Naik Jelang Nataru, Disdag Bentuk Tim Pengawas
IDN Times/Holy Kartika
Share Article

Palembang, IDN Times - Harga sejumlah bahan pangan di Palembang merangkak naik jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Seperti cabai dan telur ayam ras merupakan komoditi yang mengalami peningkatan harga di pasar tradisional.

"Cabai merah naik dari Rp14 ribu seperempat kilogram sekarang menjadi Rp18 ribu. Cabai burung dari Rp26 ribu setengah kilogram sekarang jadi Rp35 ribu hingga Rp42 ribu," ujar Supri pedagang di Pasar Kamboja Palembang, Senin (11/12/2023).

1. Kenaikan harga biasanya terjadi sepekan sebelum tahun baru

Ilustrasi pedagang sembako (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi pedagang sembako (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Penjual telur ayam, Dola menambahkan, harga telur juga naik perlahan dari semula sempat Rp24 ribu per kilogram menjadi Rp27 ribu per kilogram. Penyebab harga tersebut meningkat dipengaruhi faktor permintaan pasar yang tinggi.

"Harga sekarang masih naik turun. Puncak kenaikan (harga) biasanya sepekan jelang akhir tahun," kata dia.

Beberapa sembako lainnya yang ikut naik adalah gula pasir. Meski tak terlalu signifikan, peningkatan harga gula memengaruhi inflasi. Saat ini harga gula pasir mencapai Rp18 ribu per kilogran dari sebelumnya Rp16 ribu.

2. Tim pengawas harga pangan sidak pasar tradisional

Situasi pasar Kamboja Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi pasar Kamboja Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang, M Raimon Lauri, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) masih berupaya menekan kenaikan harga sembako di pasaran dengan membentuk tim pengendali inflasi dan pengawas. Tim ini akan memantau kenaikan harga sejumlah komoditi jelang Nataru.

"Sudah ada tim gabungan Satgas Pangan dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Bulog, dan beberapa unsur terkait, untuk meningkatkan pengawasan terhadap harga sembako dengan sidak ke pasar-pasar," jelasnya.

3. Inflasi Sumsel naik 3,52 persen dibandingkan tahun lalu

Pedagang cabai di pasar tradisional (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Pedagang cabai di pasar tradisional (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel), inflasi pada November 2023 sebesar 3,52 persen secara year on year (yoy). Nilai tersebut mengalami peningkatan dari periode sebelumnya sebesar 2,90 persen.

"Agar Inflasi tidak makin tinggi, BI Sumsel ikut mengadakan pasar murah di Palembang dan Lubuk Linggau ke beberapa titik sejak 4 Desember 2023," kata Kepala Perwakilan BI Sumsel, Ricky Perdana Gozali, Jumat (8/12/2023).

Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengadakan Operasi Pasar Murah mulai 4-7 Desember di delapan titik di Kota Lubuk Linggau, dilanjutkan di Palembang sejak Sabtu (9/12/2023) hingga Selasa (12/11/2023) di empat wilayah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Deryardli Tiarhendi
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More

Serunya "Berebut' Bubur Asyura di Lorong Pedatuan Darat Palembang

26 Jun 2026, 20:57 WIBNews