Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gubernur Dorong Perusahaan Sediakan Tempat Penitipan Anak di Kantor
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru meminta perusahaan menyiapkan ruang penitipan anak di kantor untuk mendukung hak pekerja perempuan agar bisa bekerja dengan tenang.
  • Deru menyoroti kasus kekerasan di daycare Yogyakarta sebagai pelajaran penting agar fasilitas serupa di Palembang lebih aman dan terpercaya bagi anak-anak.
  • Pemerintah menegaskan pentingnya pengawasan dan izin resmi bagi tempat penitipan anak demi memastikan standar operasional serta keamanan yang layak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru meminta perusahaan di Sumsel untuk menyiapkan ruangan atau tempat penitipan anak di kantor. Kebijakan ini merupakan langkah Pemprov Sumsel dalam mengupayakan hak pekerja perempuan agar dapat bekerja tanpa rasa was-was.

"Kami akan menginstruksikan seluruh perusahaan yang mempekerjakan pekerja perempuan untuk menyiapkan fasilitas khusus, seperti ruang atau tempat penitipan anak. Hal ini diperlukan apabila para pekerja harus membawa anak ke tempat kerja," ungkap Herman Deru, Jumat (1/5/2026).

1. Nilai penitipan anak merupakan hak perempuan

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Deru, fasilitas tempat penitipan anak dibutuhkan oleh para pekerja perempuan agar mereka memiliki kepastian bahwa anak-anak mereka tetap terjaga dengan baik saat bekerja. Ia juga menyebut pemerintah akan mempertimbangkan langkah inspeksi mendadak (sidak) ke perusahaan.

"Kalau sidak dak usah ngomong-ngomong yo. Kalau ngomong, bukan sidak namonyo," ujarnya.

2. Kasus Daycare Jogja jadi pelajaran

Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Di sisi lain, dirinya berharap kasus kekerasan di penitipan anak di Yogyakarta tidak terjadi di Palembang. Kebutuhan penitipan anak dinilai krusial dan menjadi perhatian serius agar memberikan rasa aman bagi anak maupun orang tua.

"Semakin terbelalak kita melihat kejadian daycare di Jogja. Kalau di pusat, setiap perusahaan dimintakan untuk menyiapkan penitipan anak," jelasnya.

3. Penitipan anak harus dikontrol lewat izin

Sarasehan organisasi buruh dengan forkompinda di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurutnya, keberadaan fasilitas daycare harus dibarengi dengan pengawasan yang ketat, terutama terkait legalitas dan standar operasional.

"Penitipan anak harus dikontrol. Harus dicek dulu tempat daycare sudah berizin atau belum," jelasnya.

Editorial Team