Gejolak Harga Emas di Palembang, Picu Pondasi Ekonomi Runtuh?

- Harga emas naik di Palembang, mencerminkan fluktuasi kondisi permintaan dan penawaran serta faktor inflasi global
- Fenomena FOMO mendorong kenaikan harga emas karena banyak orang takut ketinggalan dan terburu-buru membeli emas
- Pengamat ekonomi menyarankan agar masyarakat tetap tenang menghadapi perang harga dan tidak terburu-buru membeli emas hanya untuk ikut fenomena FOMO
Palembang, IDN Times - Gejolak harga emas yang terjadi di Tanah Air termasuk Palembang jadi tanda pondasi ekonomi daerah. Lalu, apakah harga emas yang kian melejit menandakan ekonomi wilayah makin menguat atau justru indikasi keruntuhan?
Secara umum, harga emas tidak menggambarkan ekonomi suatu negara. Tetapi harga emas yang fluktuatif karena kondisi permintaan dan penawaran. Harga emas naik saat permintaan lebih tinggi dari penawaran dan sebaliknya. Harga emas pun dipengaruhi faktor inflasi dan ketidakpastian kondisi global.
1. Masyarakat takut tertinggal dan merasa harus beli emas

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) Soekanto Sairuki, cara agar harga emas tidak naik terus menerus adalah dengan tetap tenang menghadapi perang harga dan tidak terburu-buru membeli emas hanya untuk ikut fenomena FOMO.
"Fenomena ini menunjukkan gejala fear of missing out atau FOMO. Banyak orang takut ketinggalan, lalu ikut-ikutan beli. Tapi harus disikapi dengan tenang," katanya, Minggu (20/4/2025).
2. Imbau masyarakat jangan punic buying melihat harga emas

Sebenarnya lonjakan harga emas bukan hal baru. Soekanto menjelaskan, situasi seperti ini wajar terjadi, apalagi di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi global belum stabil. Kemudian emas memang dianggapi jadi aset paling aman saat ketidakpastian berlangsung.
"Tapi sebaiknya jangan sampai terjadi panic buying yang justru merugikan," jelas dia.
3. Pengamat sebut ekonomi saat ini lebih kuat dibanding krisis 1998

Soekanto menilai, gejolak harga emas ada dampak dari ekonomi global, termasuk perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Namun situasi ini, bisa saja tak berdampak besar terhadap kondisi ekonomi Indonesia, asal publik bisa mengendalikan inflasi atau kenaikan harga dengan tenang.
"Situasi sekarang berbeda dengan krisis 1998. Pondasi ekonomi kita jauh lebih kuat dan stabil," katanya.
4. Harga emas perhiasan di Palembang Rp11 jutaan per suku

Berdasarkan pantauan IDN Times di beberapa toko emas Palembang, dalam sepekan belakang harga emas memang terus meningkat. Namun pada 18 dan 19 April 2025, harga emas stabil karena permintaan tidak terlalu tinggi seperti sebelumnya.
Terpantau harga emas di Palembang untuk perhiasan pada 18-19 April 2025 senilai Rp11.050.000 jenis gelang dan kalung per suku atau 6,7 gram. Sementara harga emas perhiasan cincin tak bergerak di Rp11,1 juta dalam dua hari terakhir. Harga itu berdadasarkan nilai jual di Toko Emas Laris.












![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)



