Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fokus Pemadaman 3 Wilayah, BPBD Sumsel Tambah Helikopter Water Bombing
Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)
  • BPBD Sumsel memfokuskan penanganan karhutla di OKI, Muara Enim, dan Musi Banyuasin melalui tim darat serta operasi helikopter water bombing.
  • BNPB menambah satu helikopter water bombing dari Rusia, sehingga armada udara karhutla Sumsel menjadi sembilan unit: dua patroli dan tujuh water bombing.
  • Pada 18 Agustus, terpantau 37 kejadian karhutla dengan tambahan 93,5 hektare terbakar; total Januari-Juli mencapai 1.926,2 hektare, naik 531 persen dibanding hingga Mei.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan (Sumsel) memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga wilayah yang masih mengalami kebakaran, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan tim pemadam di darat dan dukungan operasi udara menggunakan helikopter water bombing.

“Saat ini penanganan karhutla difokuskan di tiga wilayah kabupaten, yakni OKI, Muara Enim, dan Musi Banyuasin," kata Sudirman di Palembang, Rabu (19/8/2026).

1. BPBD siapkan tambahan helikopter

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Untuk memperkuat penanganan, BPBD Sumsel juga akan mendapat tambahan satu unit helikopter water bombing dari BNPB.

Sudirman mengatakan helikopter tersebut sedang dalam perjalanan dari Rusia menuju Palembang. Dengan tambahan tersebut, total armada udara yang mendukung penanganan karhutla di Sumsel menjadi sembilan unit, terdiri atas dua helikopter patroli dan tujuh helikopter water bombing.

Penambahan armada udara diperlukan untuk membantu pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.

“Bantuan itu akan segera datang karena saat ini sedang dalam perjalanan dari Rusia menuju ke Kota Palembang,"

2. Sebanyak 37 kejadian karhutla terpantau dalam sehari

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Berdasarkan hasil patroli udara dan pemantauan tim darat pada 18 Agustus 2026, BPBD Sumsel menemukan 37 titik kejadian karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah.

Sebaran terbanyak berada di Kabupaten OKI dengan 11 titik, disusul Ogan Ilir tujuh titik, Muara Enim dan OKU Timur masing-masing lima titik, PALI empat titik, serta Palembang dua titik.

Pada hari yang sama, luas lahan yang terbakar bertambah sekitar 93,5 hektare. Satgas darat menangani sekitar 10 hektare, sedangkan operasi water bombing melakukan drop air pada sekitar tiga hektare lahan.

3. Luasan lahan yang terbakar di Sumsel

Kondisi kabut asap menyelimuti perairan Sungai Musi kota Palembang, Rabu 12 Agustus 2026. ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI

Luas lahan terbakar di Sumatra Selatan (Sumsel) melonjak lebih dari lima kali lipat memasuki periode Juni-Juli 2026. Berdasarkan hasil analisis citra satelit, total luas lahan gambut dan mineral yang terbakar sepanjang Januari-Juli mencapai 1.926,2 hektare (ha).

Angka tersebut meningkat sekitar 531 persen dibandingkan dengan luas lahan terbakar yang tercatat hingga Mei 2026, yakni 305,4 ha. Lonjakan ini terjadi saat Sumsel memasuki periode musim kemarau yang semakin kering.

"Ini jadi warning penting mengenai peningkatan signifikan dan ancaman ke depan seiring dengan puncak musim kemarau," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra, Kementerian Kehutanan RI, Ferdian Kristanto, Kamis (12/8/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article