Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat mengecek kondisi penanganan karhutla (Dok: Kementerian Lingkungan Hidup)
  • Pemerintah membasahi kembali gambut di Distrik Simpang Tiga, OKI, memakai aliran sungai, pompa, dan sekat kanal untuk menjaga kelembapan serta menekan risiko karhutla saat kemarau.

  • Lebih dari 100 personel Masyarakat Peduli Api terlibat pemadaman selama 50 hari, 5 September–26 Oktober 2026, dan menangani kebakaran sekitar 2.000 hektare meski menghadapi kendala air serta akses.

  • Pemerintah pusat dan daerah memprioritaskan peran desa, pemetaan kawasan rawan, serta perbaikan sekat kanal dan sumur bor; Sumsel tetap siaga menghadapi potensi cuaca kering.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah membasahi kembali kawasan gambut di OKI menggunakan aliran sungai, pompa, dan sekat kanal untuk menjaga kelembapan lahan serta mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan berulang.
  • Who?
    KLH/BPLH, BPGMN, Pemerintah Sumatra Selatan, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, relawan, serta warga desa terlibat dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
  • Where?
    Pembasahan gambut dilakukan di Distrik Simpang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan. Menteri juga mengunjungi Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan.
  • When?
    Moh Jumhur Hidayat menyampaikan penguatan pencegahan pada Senin, 2 November 2026. Operasi pemadaman oleh MPA berlangsung sejak 5 September hingga 26 Oktober 2026.
  • Why?
    Upaya ini dilakukan untuk menjaga gambut tetap basah, mempertahankan ketersediaan air, dan mencegah karhutla di kawasan rawan, termasuk saat terdapat potensi cuaca kembali kering.
  • How?
    Air sungai dialirkan melalui pompa dan sekat kanal ke lahan gambut. Pemerintah juga menyiapkan pemetaan wilayah rawan, pendataan infrastruktur, serta perbaikan sekat kanal dan sumur bor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah kembali memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan (Sumsel), dengan membasahi kembali kawasan gambut. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan sekaligus mengurangi risiko kebakaran berulang saat musim kemarau.

Salah satu upaya yang diterapkan berada di Distrik Simpang Tiga, OKI. Sistem pembasahan gambut tersebut memanfaatkan aliran air sungai, pompa, dan sekat kanal untuk mengalirkan air ke kawasan yang membutuhkan. Langkah ini dilakukan untuk memanfaatkan aliran di sekat kanal untuk menjaga gambut tetap basah.

"Semangat gotong royong ini harus terus diperkuat, tidak hanya dalam pemadaman, tetapi juga melalui upaya pencegahan, salah satunya dengan mengembangkan inovasi pembasahan kembali lahan gambut melalui pemanfaatan aliran air sungai, pompa, dan sekat kanal," ungkap Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, Senin (2/11/2026).

1. Lebih dari 100 personel MPA berjibaku selama 50 hari

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat mengecek kondisi penanganan karhutla (Dok: Kementerian Lingkungan Hidup)

Selain meninjau infrastruktur gambut, Jumhur mengunjungi Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan, untuk bertemu dengan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Lebih dari 100 personel MPA diketahui terlibat dalam operasi pemadaman karhutla selama lebih dari 50 hari, terhitung sejak 5 September hingga 26 Oktober 2026.

Selama bertugas, mereka menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan sumber air, sulitnya akses menuju lokasi kebakaran, hingga karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan khusus. Operasi tersebut berhasil menangani kebakaran pada areal seluas kurang lebih 2.000 hektare.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak, mulai dari Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja keras dalam penanganan karhutla," kata Jumhur.

2. Pemerintah perkuat pencegahan di kawasan gambut kritis

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), Satyawan Pudyatmoko, mengatakan pemerintah akan memperkuat pengelolaan gambut melalui koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Salah satu langkah yang menjadi prioritas adalah memperkuat peran desa dalam mencegah karhutla. Upaya tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan kebakaran, pendataan infrastruktur pembasahan gambut, hingga perbaikan sekat kanal dan sumur bor.

"Kami terus memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah agar program pencegahan serta penanggulangan karhutla dapat dilaksanakan secara konkret dan terarah," jelasnya.

Infrastruktur tersebut diperlukan untuk menjaga ketersediaan air di kawasan gambut, terutama pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

"Salah satu prioritas kami adalah memperkuat peran desa sebagai ujung tombak pengendalian karhutla melalui pemetaan wilayah prioritas, inventarisasi dan perbaikan infrastruktur pembasahan gambut, termasuk sekat kanal dan sumur bor, khususnya pada kawasan gambut kritis," jelasnya.

3. Herman Deru ingatkan potensi cuaca kembali kering

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengurangi kesiapsiagaan meskipun sejumlah wilayah mulai diguyur hujan. Menurutnya, potensi cuaca kembali kering masih perlu diantisipasi sehingga upaya pencegahan dan penanganan karhutla harus tetap berjalan.

"Kita tidak boleh lengah meskipun sekarang sudah mulai turun hujan. Berdasarkan prediksi BMKG, masih ada potensi cuaca kembali kering sehingga penanganan karhutla melalui berbagai upaya tetap harus dilanjutkan," tegas Herman Deru.

Curated For You

Editorial Team

Related Article