Palembang, IDN Times - Pengelompokan desil di masyarakat sebagai salah satu acuan pemerintah dalam menentukan sasaran sejumlah program bantuan sosial (bansos) masih ramai dibahas publik. Sebab penentuan desil dianggap belum sesuai dengan kondisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi warga sekitar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan Mohammad Wahyu Yulianto menegaskan, penentuan desil tidak dimaksudkan untuk melabeli masyarakat dengan strata miskin atau kaya.
"Desil bukanlah label miskin atau kaya, melainkan peringkat relatif yang memperhitungkan multidimensi kondisi sosial ekonomi keluarga," ujarnya, Kamis (10/9/2026).
