Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Beras Premium 5 Kg Langka di Muba, Warga Pilih Beli Eceran dan SPHT
Salah satu toko di Sekayu yang menjual beras premium secara eceran. (IDN Times/Yuliani)
  • Beras premium kemasan 5 kilogram langka di Sekayu, Musi Banyuasin; merek Topi Koki tidak masuk, sementara JM masih ada tetapi sulit diperoleh.
  • Harga beras premium naik: kemasan 5 kilogram dari sekitar Rp75 ribu menjadi Rp85 ribu, 10 kilogram Rp162 ribu, dan 20 kilogram Rp315 ribu.
  • Disperindag Muba menyarankan beras SPHP yang tersedia di ritel, namun sebagian warga tetap mencari premium karena teksturnya lebih pulen untuk keluarga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Musi Banyuasin, IDN Times -Warga di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan beras premium kemasan 5 kilogram. Bahkan sejumlah toko dan pasar mengakalinya dengan menjual eceran per 5 kilogram dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya.

Kendati demikian, beras Bulog merek SPHT masih dijual di pasaran dan minimarket dengan harga wajar. Namun, beberapa warga terpaksa membeli beras premium dalam kemasan 10 kilogram atau 20 kilogram karena kualitas beras menjadi pertimbangan utama untuk dikonsumsi keluarga.

1. Beras premium kemasan 5 kilogram memang tidak masuk lagi ke wilayah Sekayu

Salah satu toko di Sekayu yang menjual beras premium secara eceran. (IDN Times/Yuliani)

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Muba, Hendra Trys Tomi, mengatakan kelangkaan saat ini terutama terjadi pada beras premium kemasan 5 kilogram. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan pada 31 Agustus 2026, beras premium kemasan 5 kilogram memang sudah tidak masuk lagi ke wilayah Sekayu dan sekitarnya.

"Untuk saat ini yang kosong hanya merek Topi Koki 5 kilogram. Kalau merek JM 5 kilogram ada barangnya, tapi memang susah didapat. Kalau jenis premium sudah tergolong langka," ujarnya, Kamis (3/9/2026).

2. Beras SPHP saat ini sudah tersedia di sejumlah jaringan ritel

Salah satu minimarket di Sekayu yang menjual beras SPHT. (IDN Times/Yuliani)

Hendra menambahkan, berdasarkan informasi dari agen di lapangan, beras kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp75 ribu kini mencapai Rp85 ribu. Kemasan 10 kilogram naik dari sekitar Rp150 ribu menjadi Rp162 ribu, sedangkan kemasan 20 kilogram naik dari Rp298 ribu menjadi Rp315 ribu.

"Dari tim pemantauan tim setiap hari, semua jenis beras premium sekarang harga jualnya hampir sama. Kondisi tersebut terjadi karena produksi beras yang terbatas. Selain itu, biaya pengemasan untuk beras premium kemasan 5 kilogram juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaannya," ucapnya.

Terkait kelangkaan beras premium tersebut, Disperindag Muba memastikan akan segera melakukan tindak lanjut. Pihaknya menyarankan memilih alternatif beras SPHP, yang saat ini sudah tersedia di sejumlah jaringan ritel termasuk minimarket.

"Untuk pelaksanaan operasi pasar dalam waktu dekat, kami belum dapat memastikan waktunya. Karena yang hilang ini beras premium. Tapi segera kami tindaklanjuti," tegasnya.

3. Warga lebih memilih beras premium yang selisih harga sedikit dari SPHT

Salah satu toko di Sekayu yang menjual beras premium secara eceran. (IDN Times/Yuliani)

Sementara itu, salah seorang IRT, Safitri, mengatakan dirinya beberapa kali mencari beras premium kemasan 5 kilogram, namun stok yang tersedia di sejumlah toko justru didominasi beras subsidi atau beras SPHP.

"Hampir 2 minggu lebih beras 5 kilogram sekarang agak susah dicari. Sudah beberapa kali saya cari di toko, tetapi stoknya kosong, yang banyak tersedia justru beras SPHP," ungkapnya.

Dirinya mengaku bukannya tidak menyukai beras SPHT. Namun, saat ini masih mempunyai anak kecil yang cenderung menyukai beras pulen.

"Bukan tidak suka beras SPHP, tetapi kalau menurut saya nasinya agak keras. Sementara selisih harganya dengan beras premium juga tidak terlalu jauh, jadi kalau ada pilihan, saya lebih memilih beras premium," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article