Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BBPOM Padang Minta Warga Waspada Jajanan Buka Puasa Berpengawet

BBPOM Padang Minta Warga Waspada Jajanan Buka Puasa Berpengawet
belanja takjil untuk buka puasa (dok.pribadi/Natalia Indah)
Intinya Sih
  • BBPOM Padang mengimbau masyarakat waspada terhadap makanan berbuka yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pemanis buatan berlebihan, dan pewarna tekstil.
  • Ciri makanan berformalin antara lain ikan terasa keras, tidak dihinggapi lalat, serta tahu atau mi terasa kenyal seperti karet; sedangkan kerupuk berboraks tetap renyah meski disimpan lama.
  • Pemanis buatan menimbulkan rasa lengket di lidah dan tidak dianjurkan untuk anak kecil; masyarakat diminta membeli makanan dengan cerdas serta memperhatikan informasi resmi BPOM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Padang, IDN Times - Selama bulan Ramadan, banyak masyarakat yang memilih untuk membeli jajanan untuk berbuka puasa di berbagai pasar takjil atau pabukoan dadakan yang ada di masing-masing tempat tinggalnya. Tetapi masyarakat tetap harus mewaspadai makanan dan minuman yang mengandung bahan-bahan berbahaya yang bisa saja merusak kesehatan.

“Kami minta masyarakat agar mewaspadai makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pemanis buatan berlebihan, serta pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan pada pangan,” kata Kepala BBPOM Padang, Suhendri.

1. Bagaimana mengetahui makanan yang mengandung formalin?

Oki Setiana Dewi beli takjil di Mesir
Oki Setiana Dewi beli takjil di Mesir (Instagram.com/okisetianadewi)

Menurut M. Suhendri, untuk ikan mentah yang mengandung formalin, masyarakat bisa melakukan pengecekan pada tekstur yang keras dan tidak lunak.

"Meski tampak segar dari luar, ikan tersebut justru bisa busuk di bagian dalam saat dibelah. Ciri lainnya, ikan berformalin tidak akan dihinggapi lalat meskipun diletakkan di tempat terbuka,” katanya.

Ia meminta masyarakat agar mewaspadai ikan berformalin tersebut agar tidak dibeli atau dikonsumsi. Karena hal tersebut bisa berbahaya untuk kesehatan.

2. Bagaimana mengetahui makanan mengandung Boraks?

Takjil.
Takjil. (Pinterest.com/nanaagultom)

Sementara itu, kerupuk yang mengandung boraks umumnya sangat garing dan renyah. Kerupuk jenis ini tidak akan melempem meski dibiarkan berhari-hari terkena angin.

“Selain itu, tahu, lontong, dan mi yang mengandung formalin akan terasa kenyal seperti karet. Begitu pula bakso yang mengandung boraks, teksturnya cenderung kenyal berlebihan dan sebaiknya dihindari. Pada kerupuk merah, warna tidak akan berubah saat digoreng dan tetap terlihat merah muda menyala,” katanya.

Di samping itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan harga makanan yang terlalu murah. Konsumen diharapkan mampu melindungi diri sendiri dengan menjadi pembeli yang cerdas dan selektif.

3. Bagaimana mengetahui makanan mengandung pemanis buatan?

Ilustrasi takjil
Ilustrasi takjil (freepik.com/freepik)

Sementara, terkait penggunaan pemanis buatan, M. Suhendri menjelaskan, cirinya dapat dirasakan dari sensasi lengket di belakang lidah, seolah air liur terasa bergetah.

“Pemanis buatan sebenarnya masih boleh dikonsumsi oleh orang dewasa, namun tidak dianjurkan untuk anak-anak, khususnya di bawah usia tiga tahun, karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak,” katanya.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap penggunaan pewarna buatan berbahaya seperti rodamin. Makanan atau minuman yang mengandung pewarna tersebut biasanya berwarna sangat mencolok dan tampak berkilau saat dicampur air.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang sumbernya tidak jelas dan selalu merujuk pada keterangan resmi dari BPOM,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More