Hilang Diterjang Banjir, SDN 49 Batang Kabung Padang Kembali Dibangun

- SDN 49 Batang Kabung di Padang yang hancur akibat banjir bandang November 2025 mulai dibangun kembali oleh Pemkot Padang bersama PT Inalum.
- Pembangunan sekolah ditargetkan rampung pada tahun 2026 agar bisa digunakan saat tahun ajaran baru, sementara siswa masih menumpang di sekolah lain.
- Proyek mencakup enam ruang kelas dua lantai, empat ruang fungsional, serta fasilitas pendukung berstandar tinggi untuk memastikan keamanan dan kenyamanan belajar siswa.
Padang, IDN Times - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Batang Kabung yang terletak di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang yang hancur diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu akhirnya kembali dibangun.
Pembangunan kembali sekolah yang hanyut oleh banjir bandang tersebut sudah dimulai dengan peletakan batu pertamanya oleh Wali Kota Padang bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) yang ditunjuk untuk memperbaiki sekolah yang terdampak bencana.
"Kita berharap dengan dibangunnya kembali sekolah ini nantinya anak-anak bisa kembali bersekolah di gedung yang dibuat ini," kata Wali Kota Padang, Fadli Amran, Jumat (20/2/2026).
1. Siswa menumpang di sekolah lain

Fadli mengatakan, sejak bencana melanda daerah tersebut pada November 2025 silam, siswa yang ada di SDN 49 Batang Kabung itu terpaksa harus mengungsi.
"Anak-anak menumpang di sekolah lain untuk mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) dan hingga bangunan ini selesai akan terus seperti itu," katanya.
Menurutnya, dengan gerak cepat dan sinergi yang dilakukan saat ini, penanganan pascabencana bisa cepat diselesaikan dan para siswa bisa kembali ke sekolah di gedung sekolah mereka.
2. Ditargetkan selesai tahun ini

Fadli mengatakan, pembangunan SDN 49 itu ditargetkan akan selesai pada tahun 2026 ini oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah ditunjuk tersebut.
"Kita berharap jika telah selesai dibangun bisa digunakan pada tahun ajaran baru nantinya. Sehingga anak-anak bisa menikmati ruang belajar yang baru juga," katanya.
Ia meyakini PT Inalum pasti bisa menyelesaikan seluruh pengerjaan tersebut dengan maksimal dan sesuai dengan volume serta konsep yang sudah ditentukan.
3. Apa saja pembangunan yang dilakukan?

Fadli mengatakan, pembangunan tersebut mencakup enam ruang kelas dengan konsep dua lantai. Kemudian, empat ruang fungsional untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar.
"Ada juga fasilitas pendukung yang dibangun dengan standar kualitas konstruksi tinggi dan tentunya aman untuk anak-anak belajar di sini nantinya," katanya.
Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menyatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan satu dari tiga sekolah yang dibangun Inalum di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
"Pembangunan sekolah ini bukan sekadar proyek fisik, tapi merupakan komitmen nyata Inalum untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, aman, dan bermartabat pascabencana," katanya.


















