Doris diperiksa oleh petugas SPKT Polda Sumbar (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Doris mengatakan, anak keduanya itu terpaksa harus dirawat di RSUP M Djamil setelah mengalami luka bakar pada 26 Maret 2026 lalu.
"Alceo sempat dirawat selama kurang lebih 7 hari dan selama 7 hari itu banyak hal-hal yang tidak patut dilakukan oleh pihak RSUP M. Djamil Padang baik dalam hal pelayanan maupun penanganan terhadap anak kami," katanya.
Menurutnya, kesalahan dalam penanganan terhadap anaknya merupakan penyebab meninggalnya bayi malang tersebut. Alceo harus kehilangan nyawa setelah banyaknya kelalaian yang diduga dilakukan.
Sementara, Nuri mengatakan bahwa ada beberapa hal krusial yang membuat sang bayi sempat kritis hingga meninggal dunia pada 3 April lalu.
"Hal pertama itu sebelum melakukan operasi anak kami disuruh berpuasa selama 24,5 jam tanpa kepastian jadwal operasi," katanya.
Ia mengatakan, anaknya yang mengalami luka bakar tersebut tetap dibiarkan berada di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang penuh dengan orang sakit.
"Alceo dibiarkan selama 29 jam di IGD tersebut yang kami anggap sebuah kesalahan fatal yang dilakukan oleh pihak M. Djamil," katanya.
Selain itu, Nuri menyebutkan bahwa hal lainnya yang sangat krusial terjadi dalam penanganan anaknya oleh pihak M. Djamil berkaitan dengan pemasangan infus.
"Dalam pandangan kami, mereka melakukan pemasangan infus itu asal-asalan. Sehingga tidak ada tempat lagi di bagian vena Alceo untuk dipasangi infus," katanya.
Menurutnya, 4,5 jam terakhir sebelum melakukan operasi, keadaan sang anak sudah memburuk dan pihak rumah sakit tidak memberikan NGT (saluran tempat memasukkan makanan bagi anak-anak) untuk anaknya.
"Kami juga sempat berdebat soal NGT ini. Saat masih di IGD, kami dijanjikan akan dipasangkan NGT saat akan memasuki ruang operasi dan sudah dibius," katanya.
Namun, saat sang anak keluar dari ruang operasi, ia tidak melihat adanya NGT yang dipasangkan. Bahkan, ia menduga anaknya tidak dibius saat melakukan operasi. Karena keadaan anaknya yang menangis menahan sakit saat keluar ruang operasi.
"Saat keluar dari ruangan operasi itu, gula darah Alceo berada pada angka 25 dan kalau mereka memberikan NGT, tentunya gula darah Alceo tidak serendah itu," katanya.
Selain itu, ada beberapa hal lain yang dianggap tidak sesuai dilakukan dalam penanganan terhadap bayi yang mengalami luka bakar oleh pihak RSUP M. Djamil Padang.