Arus Mudik Jalintim Palembang-Betung Alami Kemacetan Puluhan Kilometer

- Jalur Lintas Timur Palembang-Betung alami kemacetan total sepanjang 36 kilometer akibat truk patah as yang menghambat arus mudik di wilayah Sumbagsel.
- Kendaraan dari dua arah terjebak antrean panjang hingga jalur berubah menjadi empat lajur, membuat pengendara sulit bergerak dan sebagian memilih menepi.
- Polda Sumsel menurunkan tim Satgas serta patroli roda dua untuk mengurai kemacetan dan mencegah kendaraan menyerobot di lokasi kejadian.
Palembang, IDN Times - Jalur Lintas Timur (Jalintim) Palembang-Betung yang menghubungkan jalur arus mudik di Sumbagsel mengalami kemacetan total hari ini. Kejadian tersebut terjadi akibat truk angkutan barang mengalami patah as sehingga menyebabkan kendaraan tak bisa berjalan.
"Karena ada kemacetan, semua kendaraan memaksa untuk saling mendahului. Yang harusnya dua arah menjadi empat jalur," ungkap pengendara bernama Suhardi, Jumat (13/3/2026).
1. Kendaraan terbagi menjadi empat jalur

Kemacetan sepanjang 36 kilometer terjadi sejak pukul 10.30 WIB. Kendaraan dari dua arah, baik dari Palembang menuju Betung maupun sebaliknya, sama-sama terjebak dalam antrean panjang.
"Pakai motor saja tadi susah bergerak, apalagi mobil," jelas dia.
Kondisi kemacetan membuat masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik terpaksa menepi karena arus kendaraan tidak bergerak.
"Ada sebagian yang menepi karena nggak bisa gerak. Jalurnya sampai jadi empat tadi," ujarnya.
2. Polisi benarkan adanya gangguan truk jadi pemicu kemacetan

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo, membenarkan adanya kemacetan yang terjadi di Jalan Lintas Palembang-Betung. Kemacetan tersebut disebabkan oleh adanya kerusakan truk akibat mengalami patah as.
"Kemacetan dipicu karena ada truk yang mengalami patah as. Tapi alhamdulillah sudah dievakuasi," jelas dia.
3. Tugaskan tim untuk mengurai kemacetan

Maesa menjelaskan, tim Satgas yang berada dilokasi telah mengurai kemacetan dan terus melaksanakan patroli roda dua untuk mengantisipasi mobil mobil yang menyerobot.
"Anggota kami patroli roda dua mobile di lokasi untuk mengurai kemacetan di jalan Palembang-Betung," bebernya.


















