Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Alasan Masyarakat Tolak Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi?
Pembangunan interghange di jalur Tol Padang-Sicincin (Foto: Hutama Karya)
  • Penolakan pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi oleh warga

  • Andre Rosiade minta keseriusan gubernur Sumbar

  • Akan ada ganti untung dan bukan ganti rugi

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Padang, IDN Times - Penolakan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi masih terus terjadi di berbagai daerah yang akan dilewati jalur tersebut. Warga menolak pembangunan agar tidak melewati perkampungan warga.

Andre Rosiade selaku pemrakarsa jalur Tol Sicincin-Bukittinggi mengatakan, penolakan memang ada di beberapa wilayah di Sumatra Barat untuk pembangunan itu.

"Memang kami mendapatkan laporan ada penolakan di beberapa titik seperti di daerah Pandai Sikek dan beberapa titik lainnya yang akan dibangun tol tersebut," katanya.

1. Tim sedang lakukan sosialisasi

Anggota DPR RI dari Sumatra Barat, Andre Rosiade (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Adanya penolakan tersebut, Andre mengatakan saat ini tim gabungan dari pemerintah provinsi, kejaksaan, BPN dan beberapa instansi lainnya sedang melakukan sosilisasi kepada masyarakat.

"Jadi tim ini sedang mensosialisasikan tentang pembangunan tol tersebut dan masyarakat kami harap bisa memahami maksud pembanguan itu," katanya.

Menurut Andre, dengan sosialisasi yang ramah dan merakyat oleh tim tersebut ia berharap pembangunan itu bisa segera direalisasikan dan Sumatra Barat bisa memiliki tol yang memudahkan akses ke Provinsi tetangga.

"Karena saya di sini adalah sebagai pemrakarsa. Untuk permasalahan itu harus diselesaikan oleh Pemprov Sumbar dalam hal ini tentu Gubernur dan jajarannya," katanya.

2. Akan ada ganti untung bukan ganti rugi

Andre Rosiade melihat master plan perbaikan jalan di Sitangkai (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Andre mengatakan, untuk lahan masyarakat yang akan digunakan sebagai jalur tol tersebut nantinya tidak akan diambil begitu saja dan masyarakat tidak akan dirugikan dengan hal tersebut.

"Karena kita menyatakan ini adalah ganti untung dan bukan ganti rugi. Tanah masyarakat akan dibayar dengan nominal yang lebih tinggi dibanding harga seharusnya," katanya.

Tidak hanya itu, pembangunan tol tersebut bukan hanya pembangunan biasa. Karena akan menghabiskan uang yang sangat banyak di Sumatra Barat nantinya.

"Anggaran untuk pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi ini sebesar Rp29 triliun dan itu bukan angka yang kecil. Dengan uang sebanyak itu beredar nantinya tentu ajan berdampak juga kepada perekonomian kita," katanya.

3. Minta keseriusan Pemprov Sumbar

Kendaraan memasuki gerbang Tol Padang-Sicincin (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Dengan permasalahan tersebut, Andre meminta Pemprov Sumbar selaku eksekutif harus menunjukkan keseriusannya dalam penanganan pembangunan tol tersebut.

"Kalau bisa dalam rapat pak gubernur datanglah. Jangan kepala dinasnya saja yang diutus agar tahu duduk permasalahannya dan solusi yang akan dilakukan," katanya.

Menurut Andre, jika semuanya duduk bersama dan berdiskusi, masyarakat akan mau menerima pembangunan tersebut nantinya. Karena tol memang cukup dibutuhkan di Sumatra Barat yang kebanyakan jalannya berada di daerah rawan bencana.

Curated For You

Editorial Team

Related Article