Sebanyak 80 relawan turun ke delapan titik strategis di Kota Palembang untuk membagikan 8.000 masker kepada masyarakat, Jumat (11/9/2026). (Dok. APHI)
Edward mengatakan dampak karhutla terhadap kualitas udara telah dirasakan masyarakat. Berdasarkan data yang ada, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) juga menunjukkan kecenderungan meningkat, sehingga penggunaan masker menjadi salah satu upaya pencegahan yang perlu dilakukan.
“Kita sudah merasakan bagaimana kondisi udara saat ini sebagai dampak dari karhutla. Melihat data yang ada, tingkat ISPA cenderung meningkat. Dengan kondisi ini, kita perlu menjaga kesehatan bersama, salah satunya dengan menggunakan masker,” lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memperkuat upaya pengendalian karhutla. Edward berharap penanganan di lapangan segera membuahkan hasil sehingga kualitas udara di Sumatra Selatan kembali membaik.
“Upaya sudah dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk mengendalikan karhutla. Kita berharap upaya ini berhasil. Kita juga melaksanakan salat istisqa, semoga Allah SWT menurunkan hujan sehingga karhutla berakhir dan kita bisa kembali menghirup udara yang nyaman,” katanya.
Melalui aksi pembagian masker ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, mahasiswa, dan komunitas diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum sepenuhnya pulih.