Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aktivis Italia Ikut Aksi Solidaritas Karhutla di Palembang
aktivis Italia sekaligus anggota Global Sumud Flotilla, Simone Zambrin (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Aktivis Italia Simone Zambrin ikut aksi solidaritas karhutla di Palembang, menyoroti hak warga atas udara bersih dan dampak kabut asap yang memaksa penggunaan masker.

  • Aksi Warga Bantu Warga melibatkan komunitas lokal dengan pembagian masker, vitamin, obat-obatan, layanan medis gratis, serta edukasi bahaya asap bagi warga rumah susun.

  • KPA Sumsel menilai pemerintah belum menangani akar masalah karhutla; kegiatan ini menjadi protes sekaligus upaya meringankan dampak kesehatan warga terdampak asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Aksi solidaritas Warga Bantu Warga digelar dengan pembagian masker, vitamin, obat-obatan, layanan medis gratis, dan edukasi bahaya asap karhutla bagi warga.
  • Who?
    Simone Zambrin, Palembang Network Of Friend, Komunitas Palembang Benah, KPA Wilayah Sumsel, serta warga Rumah Susun 24-26 Ilir terlibat dalam kegiatan.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Rumah Susun 24-26 Ilir, Palembang, Sumatra Selatan.
  • When?
    Aksi solidaritas dilaksanakan pada 25 Oktober 2026.
  • Why?
    Kegiatan dilakukan untuk membantu warga terdampak asap karhutla dan memprotes penanganan karhutla yang dinilai belum menyentuh akar masalah.
  • How?
    Komunitas memberikan bantuan kesehatan dan edukasi langsung kepada warga, sementara peserta aksi menyuarakan tuntutan keadilan terkait dampak karhutla dan eksploitasi alam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Simone dari Italia datang ke Palembang karena banyak asap dari kebakaran hutan dan tanah. Ia ikut warga membagi masker, vitamin, obat, dan cek kesehatan gratis. Warga di rumah susun senang karena butuh bantuan. Mereka bilang udara kotor membuat orang harus pakai masker setiap hari. Warga masih saling menolong karena masalah asap belum selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aksi Warga Bantu Warga memperlihatkan kuatnya kepedulian lintas komunitas dalam menghadapi dampak asap karhutla. Keterlibatan aktivis Italia, bersama kelompok lokal, menambah perhatian terhadap kebutuhan warga melalui pembagian masker, vitamin, obat-obatan, layanan kesehatan gratis, dan edukasi. Sambutan antusias warga menunjukkan bahwa solidaritas langsung dapat meringankan beban sehari-hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan khususnya di Palembang, masih jadi sorotan publik. Tak hanya aktivis lokal, aktivis asing pun mulai ikut peduli terhadap kondisi wilayah. Kehadiran aktivis Italia sekaligus anggota Global Sumud Flotilla, Simone Zambrin, dalam kegiatan aksi solidaritas Warga Bantu Warga di Kawasan Rumah Susun 24-26 Ilir menjadi bukti nyata bahwa karhutla Sumsel diperhatikan oleh masyarakat global.

"Saya seorang aktivis keadilan iklim dan sosial dari Italia dan Kroasia. Menghirup udara segar, udara yang segar dan bersih adalah hak dasar dan inilah alasan saya di sini. Saya di sini untuk mendukung komunitas, saya di sini untuk terlibat dengan komunitas," ujarnya saat ikut dalam agenda Warga Bantu Warga bersama Palembang Network Of Friend melibatkan Komunitas Palembang Benah dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) wilayah Sumsel, pada 25 Oktober 2026.

1. Aktivis asing merasa terpanggil terlibat dalam aksi solidaritas karhutla

Aksi solidaritas karhutla di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Simone menyampaikan, dirinya merasa terpanggil untuk datang ke Palembang karena melihat permasalahan global yang sama, yakni eksploitasi alam oleh korporasi kapitalis yang memicu karhutla. Dia menyampaikan bahwa udara buruk yang dihirup masyarakat terus-menerus bisa dituntut dengan cara aksi dan melawan kebijakan pemerintah.

"Udara yang dihirup warga di sini tidak normal, kabut di sini tidak normal, mengharuskan warga untuk menggunakan masker seperti ini untuk bernapas sehari-hari, untuk hidup sehari-hari," jelas dia.

2. Aktivis asing dukung warga Palembang menuntut keadilan untuk rakyat kecil

Aksi solidaritas karhutla di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dalam agenda Warga Bantu Warga, sejumlah kepedulian sesama dimulai dengan berbagi masker, vitamin, obat-obatan, hingga memberikan pelayanan medis secara gratis di lingkungan sekitar, termasuk menyampaikan edukasi terhadap bahaya asap akibat karhutla.

Melalui aksi sosial sekaligus bentuk protes lingkungan ini, kedatangan komunitas terlibat dan Simone pun disambut positif dan antusias oleh warga sekitar rumah susun yang sangat membutuhkan bantuan medis darurat.

"Jadi, kami di sini untuk berdiri melawan pemerintah, melawan kebijakan, melawan korporasi, menuntut keadilan untuk rakyat kecil dan mereka yang mengeksploitasi alam dan semua komunitas di sekelilingnya," kata Simone.

3. Sebut kepercayaan sesama warga jadi bentuk inisiatif hadapi karhutla

Pardesela Staf Kampanye Dan Manajemen Pengetahuan Kpa Wilayah Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara Pardesela Staf Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Kpa Wilayah Sumsel, kegiatan yang berlangsung merupakan bentuk protes masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang hingga saat ini tidak mampu menyelesaikan masalah karhutla.

Dia menilai, penanganan karhutla belum ada satu pun akar masalah yang ditindak oleh otoritas berwenang. Harapannya, melalui aksi nyata seperti cek kesehatan gratis, pembagian masker, serta vitamin dan obat-obatan dilakukan untuk meringankan beban warga dari dampak buruk asap.

"Tidak ada harapan yang begitu besar, ya, selain bisa meringankan mereka. Kita menunggu akan ada lebih banyak korban; akan lebih jauh lagi dampak buruknya. Jadi, beberapa orang memang mengambil inisiatif itu setidaknya untuk tidak menambah korban lagi, tidak membuat dampak buruknya lebih jauh lagi. Negara tak bisa ditunggu, negara tak bisa dipercaya. Kayaknya yang tersisa hanya kita percaya pada sesama. Kita pada akhirnya, ya, warga bantu warga adalah solusi," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article