Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tabrakan Maut 2 Truk di Jalan Hauling Muratara, 1 Sopir Tewas
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan truk di jalan Hauling batubara. (Dok. Polsek Rawas Ilir)

  • Kecelakaan maut terjadi di Jalan Hauling batu bara Muratara antara dua dump truck, menewaskan satu sopir dan melukai tiga orang lainnya pada Jumat sore, 10 April 2026.
  • Tabrakan dipicu truk kosong milik PT DSB yang menyalip kendaraan lain hingga bertabrakan dengan truk bermuatan batu bara milik PT IPLS, menyebabkan kedua kendaraan terbakar hebat.
  • Sopir PT DSB tewas terjepit dan hangus terbakar, sementara tiga korban selamat berhasil dievakuasi dan mendapat perawatan medis setelah petugas melakukan olah TKP serta evakuasi di lokasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Rawas Utara, IDN Times - ‎Kecelakaan maut terjadi di Jalan Hauling batu bara, KM 108,5 Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) pada Jumat (10/4/2026) sekira pukul 17.30 WIB. Dua truk batu bara terlibat adu kambing yang mengakibatkan 1 orang tewas hangus terbakar dan 3 orang alami luka-luka.

Adapun identitas korban tewas adalah Teddi Haryanto (40), warga Kabupaten Ogan Ilir. Sedangkan tiga korban selamat adalah Muhammad Rendi dengan penumpang atas nama Muhammad Ravizal Sagala dan Hermanto.

1. Kecelakaan terjadi karena ada truk kosong menyalip kendaraan di depannya

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan truk di jalan Hauling batubara. (Dok. Polsek Rawas Ilir)

Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir, Ipda Henry Martadinata mengatakan, kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan dump truck, yakni milik PT DSB dan PT IPLS. Saat kejadian, dump truck PT DSB yang dikendarai oleh Teddi Haryanto seorang diri, sedangkan dump truck batu bara PT IPLS dikendarai oleh Muhammad Rendi dengan membawa penumpang atas nama Muhammad Ravizal Sagala dan Hermanto.

Kecelakaan bermula saat dump truck milik PT IPLS dengan muatan batu bara melaju dari arah Desa Ketapat Bening menuju arah Desa Macan Sakti. "Kemudian dari arah yang berlawanan, ada dump truck milik PT DSB dengan muatan kosong dari arah Desa Macan Sakti menuju Desa Ketapat Bening sedang memotong atau menyalip mobil dump truck lainnya," kata Henry.

2. Sopir tewas karena terjepit di kemudian saat truk terbakar

Polisi melakukan olah TKP kecelakaan truk di jalan Hauling batubara. (Dok. Polsek Rawas Ilir)

Melihat ada kendaraan datang tiba-tiba, Muhammad Rendi langsung membanting setir ke arah kanan dan dump truk PT DSB yang dikendarai Teddi Haryanto juga banting stir ke arah yang sama, sehingga terjadi tabrakan. Setelah tabrakan tersebut terjadi, dua mobil langsung mengeluarkan api pada bagian depan hingga akhirnya kedua mobil terbakar.

"Menyadari ada api, Hermanto langsung membuka paksa pintu mobil dengan cara ditendang dan menyeret temannya yang bernama Muhammad Rendi dan Muhammad Ravizal Sagala secara bergantian keluar dari mobil. Keduanya saat itu dalam posisi pingsan," ungkapnya.

Sayangnya, untuk sopir dump truck PT DSB atas nama Teddi Haryanto tidak bisa diselamatkan karena kondisinya terjepit di dalam mobil. Sehingga, korban Teddi Haryanto pun meninggal dunia di lokasi kejadian dalam kondisi hangus terbakar oleh kobaran api.

3. Kecelakaan diduga salah satu pengemudi manuver menyalip kendaraan di depannya

Ilustrasi kecelakaan truk. (IDN Times/Aditya Pratama)

Petugas dari Satreskrim dan Unit Laka Satlantas Polres Muratara langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan area sekitar. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga salah satu pengemudi melakukan manuver menyalip kendaraan di depannya. Namun upaya penghindaran yang dilakukan oleh pengemudi dari arah berlawanan tidak berhasil, sehingga tabrakan pun tidak dapat dihindari.

"Petugas telah melakukan serangkaian tindakan, termasuk olah TKP bersama tim identifikasi, koordinasi lintas satuan, serta evakuasi korban. Korban yang pingsan telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Rawas Ilir sebelum dirujuk ke RS Siloam Lubuk Linggau untuk perawatan lanjutan," ucap Ipda Henry.

Editorial Team