Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Yudha Mahyudin: "Palembang Tidak Baik-baik Saja"
Debat perdana calon wali kota dan wakil wali kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times – Calon Wali Kota Palembang, Yudha Mahyudin, menyatakan kondisi pembangunan di Palembang dalam satu dekade terakhir mengalami stagnasi. Ia menilai kota ini tidak memiliki rencana pembangunan jangka panjang yang jelas. Hal itu ia ungkapkan dalam acara Debat Perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada Selasa (22/10/2024) malam.

“Berdasarkan kondisi saat ini, marak pungli di Palembang. Kota ini tidak baik-baik saja,” ujar Yudha.

2. Mengkritik petahana

Debat perdana calon wali kota dan wakil wali kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Yudha mengkritik kinerja dua petahana yang menurutnya gagal dalam membawa perubahan signifikan bagi kota ini. Ia menyebutkan korupsi dan nepotisme masih sering terjadi dan dianggap hal yang lumrah.

“Mungkin bapak dan ibu juga merasakan, banjir terjadi di mana-mana, kemacetan semakin parah, kota semrawut, dan tingkat pengangguran terus meningkat,” tambahnya.

2. Ide penghapusan sistem zonasi dan PPDB

Kantor Wako Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menurut data yang dikemukakan Yudha, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Palembang menunjukkan bahwa rata-rata warga hanya menempuh pendidikan hingga 10,9 tahun. Hal ini berarti mayoritas masyarakat hanya berpendidikan hingga jenjang menengah, seperti SMP dan SMA.

“Sebagai pemimpin, kita harus membuka akses pendidikan yang lebih tinggi. Mayoritas warga kita hanya lulusan SMP atau SMA, dan itu harus kita ubah,” jelas Yudha.

Ia menegaskan pentingnya penghapusan sistem zonasi dan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang dinilai hanya menguntungkan sekolah-sekolah tertentu. Yudha berencana meratakan kualitas pendidikan agar semua sekolah memiliki standar yang sama.

“Kita akan hapuskan sistem zonasi dan PPDB, diganti dengan standarisasi pendidikan secara merata,” kata Yudha.

3. Pendidikan berbasis digital

ilustrasi perlindungan data (pexels.com/Dan Nelson)

Selain itu, ia juga mendorong penerapan sistem pendidikan berbasis digital di Palembang untuk mempermudah akses bagi semua kalangan. Menurutnya, digitalisasi akan memberikan peluang bagi siswa untuk lebih kreatif dan mengikuti perkembangan zaman.

“Digitalisasi bukan hanya agar siswa bisa duduk di kelas, tetapi juga untuk mendorong mereka lebih kreatif dan berinovasi,” pungkas Yudha.

Editorial Team

Related Article