Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[UPDATE] Pasien Positif Corona Nomor 37 di Sumsel Meninggal Dunia
Pemakaman jenazah COVID-19. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Palembang, IDN Times - Berita duka menyelimuti Sumatera Selatan. Pasien ke-37 yang baru dipastikan positif COVID-19, dikabarkan meninggal dunia, Kamis petang (16/4). Pasien yang sudah meninggal di Sumsel karena corona pun berjumlah tiga orang.

Pasien ke-37 diketahui berusia 77 tahun, dan mengidap penyakit penyerta lainnya. Kondisi COVID-19 tersebut diduga memperparah kondisi kesehatannya.

"Sejak berapa bulan terakhir yang bersangkutan mengalami sakit," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Corona (COVID-19) Sumsel, Profesor Yuwono, Kamis (16/4).

1. Pasien ke-37 meninggal sore tadi

Ilustrasi lahan pemakaman jenazah COVID-19 klaster unit Kristen hanya berjarak lima meter dari jalanan kendaraan ambulans berhenti. (IDN Times/Candra Irawan)

Pasien ke-37 tersebut meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesain Palembang, sekitar pukul 16.00 WIB. Dari informasi yang dihimpun, Yuwono menjelaskan, penanganan pemakaman akan diurus oleh pihak RS sesuai standar protokol yang berlaku bagi pasien COVID-19.

"Pemakaman sesuai standar yang ada, dalam penanganan kasus infeksi. " jelas dia.

2. Pasien juga dikuburkan di pemakaman khusus

Ilustrasi Pemakaman untuk jenazah terpapar COVID-19 di TPU Cikadut, Bandung. Dok. IDN Times

Yuwono juga mengatakan, bila pasien nomor 37 langsung dimakamkan di pemakaman khusus bagi pasien COVID-19, di Kecamatan Gandus Kota Palembang.

"Sekitar pukul 21.30 WIB tadi, langsung dikuburkan di Gandus," jelas dia.

3. Dugaan awal pasien terpapar transmisi lokal

Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Sumatera Selatan (Sumsel) Yusri (IDN Times/Dokumen)

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sumsel lainnya, juga membenarkan jika pasien tersebut merupakan pensiunan petugas medis. Dirinya warga yang berdomisili di Kota Palembang. Ada kemungkinan pasien terpapar transmisi lokal.

"Sejauh ini kasusnya bukan impor, diduga lokal. Namun kita belum mengambil kesimpulan karena masih mengumpulkan informasi," ujar Yusri.

Editorial Team

Related Article