Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serba Serbi Debat Cagub Sumsel, Beda Cara Pemerataan Infrastruktur

Serba Serbi Debat Cagub Sumsel, Beda Cara Pemerataan Infrastruktur
Debat perdana calon urut 1 HDCU, urut 2 ERA dan urut 3 Matahati (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Herman Deru ingin membangun infrastruktur yang terkoneksi antar kabupaten dan kecamatan untuk mendorong pemerataan ekonomi.
  • Mawardi Yahya berjanji akan memimpin Sumsel layaknya Alex Noerdin dan Syahrial Oesman, serta akan meminta bantuan perusahaan untuk pembangunan infrastruktur.
  • Eddy Santana menilai arah kebijakan selama lima tahun terakhir semakin tidak jelas, dan upaya mendapatkan pelabuhan baru tak kunjung teralisasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Calon Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengakui tak ada pembangunan monumental bergulir selama lima tahun sejak 2018-2023. Lima tahun di bawah kepemimpinan Herman Deru-Mawardi Yahya, dirinya mengakui pembangunan seperti jalan di tempat.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang awalnya disiapkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) tak kunjung terealisasi hingga pemerintahan Joko Widodo berakhir.

Upaya mendorong pembangunan Tanjung Carat melalui DPR RI pun sudah diupayakan oleh Eddy Santana Putra saat berada di komisi V hanya saja Sumsel kalah dengan Kalimantan Barat yang lebih dulu mendapatkan pelabuhan baru.

Berikut tanggapan ketiga calon gubernur Sumsel terkait pembangunan infrastruktur di Sumsel jika terpilih sebagai gubernur 2025-2030.

1. Herman Deru fokus pemerataan pembangunan Sumsel

Calon gubernur Sumsel Urut 1 Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
Calon gubernur Sumsel Urut 1 Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Herman Deru menilai, pembangunan infrastruktur di Sumsel akan dibuat terkoneksi antar kabupaten hingga ke kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mendorong pemerataan ekonomi yang lebih merata sehingga berdampak ke masyarakat luas. "Utamanya akses dari sentra produksi menuju sentra pemasaran," jelas dia.

Ia menilai, pembangunan merata harus dibangun tak melulu soal pembangunan monumental. Beberapa jalan penghubung baru antar kabupaten dan kota diperlukan untuk pemerataan sehingga akses Palembang sebagai pusat ekonomi semakin dekat.

"Di zaman saya ada pembangunan yang bisa dirasakan, pak Eddy juga merasakan jalan Lubuk Linggau-Pali yang mampu mereduksi waktu tempuh perjalanan," jelas dia.

Deru pun mengklaim selama menjadi Gubernur 2018-2023 belasan gedung olahraga (GOR) baru dibangun selama menjadi gubernur. Dana pembangunan itu bisa dilakukan tak melulu melalui dana APBD dan APBN. Pemerintah dinilai bisa melibatkan perusahaan yang beroperasi di Sumsel untuk melakukan pembangunan melalui dana CSR.

"Saya meresmikan ada 11 bangunan stadion (GOR) baru di Sumsel. Semuanya dibangun perusahaan termasuk di kampung halaman Mawardi (Ogan Ilir)," jelas dia.

Pembangunan yang ada dapat terlaksana lewat berbagai skenario mulai dari penggunaan dana APBN, APBD dan CSR. Untuk itu, dirinya meyakini pemerataan infrastruktur perlu upaya pemerintah, swasta serta peran penting masyarakat Sumsel.

"Termasuk dari hasil pajak yang juga menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kita gunakan untuk pembangunan," jelas dia.

2. Mawardi Yahya berbicara legacy yang hilang

Calon gubernur Sumsel urut 3 Mawardi Yahya (IDN Times/Rangga Erfizal)
Calon gubernur Sumsel urut 3 Mawardi Yahya (IDN Times/Rangga Erfizal)

Senada, Calon Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menilai apa yang ada selama lima tahun terakhir berjalan ditempat dibanding masa kepemimpinan gubernur Syahrial Oesman dan Alex Noerdin berakhir. Mawardi menyebut akan memimpin Sumsel layaknya Alex Noerdin dan Syahrial Oesman.

"Untuk mewujudkan pembangunan di Sumsel tolong berikan saya kesempatan menjadi gubernur, Insya Allah (pembangunan) akan saya wujudkan," jelas Mawardi.

Menurutnya, pembangunan di Sumsel tak hanya membutuhkan upaya pemerintah semata. Ada tangan-tangan perusahaan yang bercokol di Sumsel bisa dimintakan bantuan untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

Mawardi mencontohkan, banyak perusahaan tambang dan perkebunan beroperasi di Musi Banyuasin yang menghasilkan banyak uang dari eksplorasi hasil alam Sumsel. Ke depan mereka akan dimintakan komitmen untuk lebih aktif mewujudkan harapan masyarakat dalam keterlibatan pembangunan.

"Sudah banyak perusahaan swasta mendapatkan keuntungan. Sudah saatnya memberikan manfaat bagi masyarakat," jelas dia.

Mawardi menerangkan, misi besar dirinya ketika terpilih menjadi gubernur adalah pembangunan Tanjung Carat yang menjadi pusat ekonomi baru. Dirinya mencatat pembangunan pelabuhan internasional tak kunjung terjadi selama 10 tahun terakhir.

Padahal, pelabuhan adalah hal sentral yang dapat mendorong hilirisasi kekayaan alam Sumsel. "Tidak memungkinkan lagi kapal-kapal besar masuk ke Pelabuhan Boom Baru. Alhasil banyak sumber daya kita lari ke Lampung," jelas dia.

3. Dorong keberhasilan di Palembang untuk Sumsel

Calon nomor urut 2 Eddy Santana Putra (IDN Times/Rangga Erfizal)
Calon nomor urut 2 Eddy Santana Putra (IDN Times/Rangga Erfizal)

Hal serupa dikatakan Eddy Santana. Menurutnya pembangunan pelabuhan penting dilakukan. Dirinya sudah memperjuangkan pelabuhan baru namun terganjal arah kebijakan pemimpin sebelumnya.

"Sumber daya kita utamanya tambang memang keluar tidak melalui pelabuhan sendiri, saya pikir memang betul terjadi," jelas dia.

Eddy menilai, arah kebijakan selama lima tahun terakhir semakin tidak jelas. Upaya mendapatkan pelabuhan baru tak kunjung teralisasi dan justru pelabuhan baru itu dibangun di Kalimantan Barat tepatnya Pelabuhan Internasional Kijing yang secara statistik tak begitu berpengaruh besar seperti di Sumsel.

"Kita kalah dengan Kalbar. Saat saya rapat di DPR RI Menteri Perhubungan sebelumnya Budi Karya bilang gubernur mengatakan Sumsel bisa membangun pelabuhan baru tanpa APBN, sekarang bagaimana zero," jelas dia.

Sebagai mantan Wali Kota Palembang 2003-2013, Eddy menilai keberhasilan di kota Pempek merupakan legacy (warisan) yang bisa dirasakan sampai hari ini. Menurutnya keberhasilan sepuluh tahun lalu masih relevan hingga hari ini.

"Palembang gerbang Sumsel. Berhasil di Palembang berhasil di Sumsel. Kenapa yang sudah baik saya terapkan di Palembang tidak kita lanjutkan di Sumsel," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More