Selisih Paham Antar Tukang Bangunan, 1 Orang Meregang Nyawa

- Tukang bangunan bernama Darto tewas ditikam oleh rekannya sendiri dalam duel maut di Banyuasin.
- Korban mengalami luka tusuk parah di bagian dada hingga tembus ke ulu hati dan meninggal saat dibawa ke puskesmas.
- Pelaku melarikan diri setelah membunuh korban namun berhasil ditangkap polisi di wilayah Babat Supat.
Banyuasin, IDN Times - Seorang tukang bangunan bernama Darto (64) warga Desa Sri Kembang, Banyuasin, tewas ditikam dengan kondisi tubuh penuh luka tusuk di badan. Korban diketahui terlibat duel maut dengan rekannya sendiri sesama tukang bangunan.
"Korban terlibat selisih paham sebelum terjadi duel yang berujung maut itu," ungkap Kapolsek Betung, Iptu Yuli, Rabu (26/6/2024).
1. Pelaku dan korban cekcok masalah pekerjaan

Yuli mengatakan, korban tewas ditangan pelaku berinisial DFO. Pelaku diketahui datang bersama kerabatnya mendatangi tempat korban bekerja. Pelaku mempertanyakan maksud dari korban pindah bekerja dari tempat sebelumnya. Pelaku pun menganggap jika korban tak menyelesaikan pekerjaan di rumah milik keluarganya.
"Korban mengalami luka tusuk parah di bagian dada hingga tembus ke ulu hati. Korban sempat dilarikan ke puskesmas namun nyawanya tak tertolong," jelas dia.
2. Korban diduga meninggal di TKP

Hal itu memicu perdebatan sengit hingga pelaku naik pitam dan menusuk korban. Pelaku DFO menusukan sajam ke bagian badan sebelah kanan, dada bagian tengah, dan rusuk sebelah kiri.
"Korban sempat dibawa ke puskesmas Betung. Saat diperiksa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," jelas dia.
3. Pelaku ditangkap di wilayah Muba

Usai kejadian pelaku diketahui segera melarikan diri ke arah Muba. Polisi yang mendapatkan informasi segera melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penangkapan di wilayah Babat Supat.
"Pelaku sudah kita amankan. Penyebab pembunuhan dikarenakan ada selisih paham," ungkap Kasatreskrim Polres Banyuasin, AKP Prasetyo.

















