Santri di Ogan Ilir Tewas Tenggelam saat Hiking Pramuka

- Santri Pondok Pesantren Al-Umar Desa Talang Seleman, M Riski Padilah (12) ditemukan tewas tenggelam di bekas galian tanah proyek tol.
- Korban dan temannya minggat dari kegiatan hiking pramuka dan mandi di lokasi bekas galian tanah proyek, korban tak terlihat lagi hingga ditemukan dua hari kemudian.
- Orang tua korban menerima kabar duka dari pihak pondok, tidak akan menuntut pihak manapun atas kejadian tersebut, dan polisi masih melakukan penyelidikan.
Ogan Ilir, IDN Times - Seorang santri Pondok Pesantren Al-Umar Desa Talang Seleman bernama M Riski Padilah (12) ditemukan tewas tenggelam di bekas galian tanah proyek tol di Desa Talang Seleman Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir pada Minggu (13/4/2025 sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban yang diketahui berasal dari Lorong Adu Manis IV, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang ini merupakan santri kelas 1 MTs di ponpes tersebut. Korban sempat dinyatakan hilang usai mandi bersama temannya di bekas galian tanah proyek.
1. Korban menolak saat diajak pulang dan terus mandi

Kasi Humas Polres Ogan Ilir AKP Herman Ansori mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan pihak Ponpes, peristiwa tragis ini terjadi saat korban bersama temannya minggat dari kegiatan hiking pramuka dan menuju ke lokasi bekas galian tanah tol untuk mandi.
Salah satu teman korban, Delfiano (13) yang juga merupakan santri menyampaikan, korban sempat diajak pulang usai mandi, namun menolak dan tetap berada di lokasi. Tak lama setelah itu, korban tak terlihat lagi hingga akhirnya ditemukan mengapung dua hari kemudian.
"Pihak Ponpes bersama santri sempat melakukan pencarian, hingga akhirnya jenazah korban ditemukan mengambang dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah kemudian dievakuasi oleh satpam pondok dan dibawa ke ponpes untuk dimandikan dan dishalatkan sambil menunggu keluarga," ujarnya.
2. Orangtua korban sebut anaknya tak bisa berenang

Orang tua korban, Riki Saputra menyampaikan, anaknya memang tidak bisa berenang. Mereka menerima kabar duka dari pihak pondok dan langsung menghubungi ketua yayasan yang juga merupakan paman korban untuk mengurus pemakaman.
Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan, tidak akan menuntut pihak manapun atas kejadian tersebut. Mereka mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa anaknya.
3. Keluarga ikhlas dan menolak autopsi

Kapolsek Tanjung Batu, IPTU Dr. Syaparudin Akso menyatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan tempat kejadian dan memintai keterangan saksi.
"Personel Polsek Tanjung Batu, juga sudah mengumpulkan barang bukti berupa seragam dan sepatu korban saat mengikuti kegiatan hiking, serta memasang garis polisi di lokasi kejadian," ujarnya.
Saat ini, kasus masih dalam tahap penyelidikan untuk memastikan kronologis peristiwa secara utuh.
"Kami juga sudah mengunjungi rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Mereka mengaku ikhlas atas musibah yang menimpa anaknya," ungkap Kapolsek.
4. Police line dipasang agar tak ada warga yang mandi di bekas galian

Polisi pun memasang police line di seputaran kolam bekas galian agar peristiwa serupa tak terjadi lagi. Warga setempat juga diimbau tak berenang di kolam tersebut.
"Karena memang kolam itu bukan peruntukannya untuk berenang. Tentunya kita prihatin dan turut berduka cita atas peristiwa ini," jelasnya.



















