Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Hektar Lahan OKI Terbakar Timbulkan Kabut Asap di Palembang

Ratusan Hektar Lahan OKI Terbakar Timbulkan Kabut Asap di Palembang
(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa
Share Article

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sudah mencapai ratusan hektar. Kebakaran didominasi pada lahan gambut dan purun. 

Luas lahan yang terjadi karhutla paling banyak terjadi di kawasan Sepucuk, selain itu di Desa Deling Kecamatan Pampangan. Kemudian ditambah lagi karhutla di pinggiran ruas Tol Kayuagung-Palembang maupun sebaliknya. Dampaknya, kabut asap dari karhutla di Kabupaten OKI tertiup angin ke Kota Palembang.

1. Kawasan terbakar di luar HGU perusahaan

(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa
(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI, Dedi Kurniawan mengatakan, karhutla di kawasan Sepucuk membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI dipimpin Bupati langsung meninjau lokasi kebakaran.

"Lahan yang terbakar di Sepucuk semuanya lahan gambut dan rawan terbakar bila musim kemarau. Kawasan yang terbakar ini di luar HGU perusahaan," ujarnya, Rabu (6/9/2023).

2. Kebakaran sulut ratusan hektar lahan atau satu hamparan

(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa
(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa

Dedi menjelaskan, lahan yang mengalami karhutla merupakan gambut konservasi. Mengenai luas yang terbakar belum diketahui pasti karena harus diukur. 

"Kebakaran berada di KM 20 Sepucuk dan di luar HGU perusahaan terdekat, seperti PT Kelantan Sakti, PT Tempirai, dan perusahaan lainnya. Luas yang terbakar belum tahu, tetapi yang terbakar bisa ratusan hektar karena dalam satu hamparan," terangnya.

3. Asap di Palembang dari residu kebakaran gambut

(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa
(Tim Manggala Agni saat berupaya memadamkan api di desa Serdang kecamatan Pampangan OKI) IDN Times/istimewa

Kepala Balai Pengendalian dan Perubahan Iklim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ferdian Krisnanto mengatakan, penurunan kualitas udara di Palembang mengandung residu dari karhutla dalam sebulan terakhir.

"Dari pengamatan kami wilayah yang paling banyak terbakar di Kabupaten OKI, tepatnya di daerah Pampangan, Tulung Selapan, dan Pangkalan Lampam. Kita pastikan asap yang terasa di Palembang itu dari lahan gambut," katanya.

4. Kabut asap terasa pada malam hari

Puncak kabut asap terjadi di waktu malam. Angin pada malam hari bertiup kencang, sehingga asap karhutla sangat dirasakan oleh warga di Palembang.

"Kalau di Palembang itu paling terasa saat malam hari karena arah dan kecepatan angin yang bertiup membawa kabut asap tersebut. Makanya malam hingga ke pagi sangat terasa sekali kabut asapnya, namun setelah siang cenderung berkurang," tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Yuliani
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi
Yuliani
EditorYuliani

Latest News Sumatera Selatan

See More

Harga Karet Turun, Petani Masih Terjebak Ketergantungan Pasar Dunia

01 Jul 2026, 10:51 WIBNews