Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prakiraan Cuaca Sumsel 11-17 Februari: Waspada Potensi Hujan

Prakiraan Cuaca Sumsel 11-17 Februari: Waspada Potensi Hujan
ilustrasi berkendara di jalan tol saat musim hujan
Intinya Sih
  • BMKG memperkirakan cuaca di Sumsel akan didominasi hujan dengan intensitas kategori ringan hingga sangat lebat.
  • Berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat belokan angin di Utara dan Timur Sumatra Selatan yang menyebabkan pertemuan angin di pesisir Barat Sumatra.
  • Puncak musim hujan di Sumsel terjadi pada Januari 2025 sehingga perlu mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti gelombang tinggi di perairan Selat Bangka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatra Selatan memperkirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di Bumi Sriwijaya. Berdasarkan prediksi tersebut curah hujan akan mengalami peningkatan secara signifikan.

"Curah hujan yang siginifikan akan terjadi beberapa hari ke depan dengan intensitas kategori ringan hingga sangat lebat," ungkap Kepala Stasiun Metereologi SMB II Palembang, Siswanto, Senin (10/2/2025).

1. Ada belokan angin di utara dan timur Sumsel

ilustrasi awan (commons.wikimedia.org/Basile Morin)
ilustrasi awan (commons.wikimedia.org/Basile Morin)

Siswanto menjelaskan, berdasar hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukan adanya belokan angin di Utara dan Timur Sumatra Selatan sehingga membuat adanya pertemuan angin di pesisir Barat Sumatra.

Kondisi ini juga menimbulkan gradien tekanan yang signifikan sehingga memperkuat angin utara yang membawa dingin dan lembab dari Laut Cina Selatan masuk ke wilayah Indonesia hingga membentuk pola konvergensi di wilayah Indonesia bagian barat termasuk Sumsel.

"Saat ini kelembapan udara pada atmosfer cenderung basah sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan. Lokalitas lokal kuat mendukung proses konvektif pada skala lokal diamanati di Sumsel," jelas dia.

2. Sifat hujan pada Februari berlangsung normal

Ilustrasi hujan (pexels.com/SonnySixteen)
Ilustrasi hujan (pexels.com/SonnySixteen)

Menurut Siswanto, periode Januari 2025 merupakan puncak musim hujan di Sumsel sehingga perlu upaya dalam mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga gelombang tinggi. Meski puncak musim hujan mulai menurun, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk tetap waspada.

"Untuk bulan Februari, wilayah Sumsel umumnya memiliki intensitas hujan dengan kategori menengah hingga tinggi diangka 100-400 milimeter dengan sifat hujan umumnya normal," jelas dia.

3. Ingatkan nelayan dan pelaut soal kecepatan angin dan potensi gelombang di Selat Bangka

Pergerakan kendaraan di pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) Banyuasin, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Pergerakan kendaraan di pelabuhan Tanjung Api Api (TAA) Banyuasin, Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pihaknya pun menyarankan terhadap stakeholder penyeberangan maupun transportasi sungai dan laut untuk waspada dengan kondisi cuaca yang terjadi di Februari. Menurutnya, masih ada kemungkinan peningkatan cuaca buruk yang mempengaruhi kecepatan angin dan ketinggian gelombang khususnya di perlintasan Tanjung Api-Api dan Muntok.

"Imbauan ini juga diberikan kepada nelayan untuk mewaspadai kecepatan angin yang mencapai 15 knot dan tinggi gelombang bisa mencapai 1,25 meter. Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dapat menimbulkan gelombang 1,5 meter dan kapal Ferry apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Rangga Erfizal
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More