Dapur MBG di Palembang Disidak, Masak Tak Sesuai SOP Bakal Ditutup?

- BGN menemukan dapur penyedia menu MBG di Talang Jambe Palembang beroperasi tidak sesuai SOP, dengan kondisi lingkungan kotor dan proses masak dilakukan terlalu dini.
- Nanik S Deyang menyoroti tata letak dapur yang semrawut, area memasak terbuka, serta fasilitas cuci dan penyimpanan makanan yang tidak memenuhi standar higienitas.
- BGN memberi waktu satu bulan bagi pengelola SPPG Talang Jambe untuk memperbaiki fasilitas; jika tidak, operasional dapur terancam dievaluasi hingga kemungkinan penutupan.
Palembang, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan satu dapur penyedia menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Talang Jambe, Palembang, tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi itu diketahui memasak makanan pada jam yang lebih awal dan beroperasi dengan kondisi yang tak layak serta terlihat berantakan dan jorok.
"Ini joroknya bukan main tuh lihat (menunjuk ke pintu SPPG)," ujar Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang saat inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Kota Palembang Sukarami Talang Jambe 4, pada 8 Maret 2026 lalu.
1. Temukan dapur dalam kondisi tertutup tapi masih operasional

Diketahui, Nanik beserta petugas mendatangi SPPG di Talang Jambe pada malam hari. Melalui media sosial TikTok Sidak BGN, Nanik yang tiba di lokasi melihat dapur tersebut dalam kondisi tertutup. Bahkan di depan pintu SPPG tertulis tutup.
Tetapi ketika Nanik dan tim masuk, SPPG melalui pintu belakang, ternyata masih melakukan aktivitas produksi. Bukan itu saja, Nanik juga menyoroti lingkungan tempat SPPG yang tidak rapi dan terlihat kumuh.
"Harusnya kan ada security-nya walaupun tutup ya. Dia harus jaga malam ya," kata dia.
2. Ruang masak dapur MBG terbuka dan tidak higienis

Selain melihat proses masak yang tidak sesuai SOP, Nanik juga menemukan teknik produksi menu MBG yang tak berdasar petunjuk. Yakni, pada pukul 21.28 WIB ayam sudah dimasak matang. Waktu tersebut dinilai Nanik terlalu cepat untuk makanan yang akan didistribusikan keesokan hari.
"Coba jam segini udah masak, ini jam berapa ini. Jam 21.28 WIB udah mateng? Itu besok dimakannya sore. Coba bayangkan berapa jam ini. Masaknya ini terlalu cepat ya. Kamu kalau kasih itu orang ya, kamu masak jam segini, itu potensi bau, potensi nanti busuk. Apalagi kalau bahan bakunya ga bagus ini," tegas Nanik bernada tinggi di hadapan petugas dapur.
Dari hasil pemeriksaan, dapur yang berada di rumah sewa ini memiliki layout yang tidak tertata dan ruang memasak yang terpisah-pisah. Bahkan, titik distribusi makanan dari ruang pemorsian ke kendaraan dilakukan melalui jendela karena keterbatasan akses.
Selain itu, temuan yang tidak juga sesuai standar adalah ruang memasak yang terbuka. Padahal seharusnya, area tersebut higienis. Lalu kata dia, area cuci ompreng dekat toilet dan belum menggunakan sink.
3. Dapur MBG tidak beraturan dan hanya memiliki satu unit mess karyawan

Nanik pun menyoroti peralatan masak yang belum seluruhnya berbahan stainless steel dan masih ada yang menggunakan kayu, serta wadah penyimpanan masih menggunakan plastik dan lemari pendingin atau freezer berada di ruang pengolahan
Ia menegaskan, fasilitas dapur wajib memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, serta kualitas layanan, terutama karena fasilitas tersebut terlibat dalam pelaksanaan program prioritas MBG.
"Bagian dapur harus memenuhi standar keamanan pangan, sanitasi, dan kualitas layanan dalam program MBG," tambah Nanik, menunjukkan wajah kesal.
Tak hanya soal kebersihan, fasilitas mess karyawan pun hanya tersedia satu unit. Melihat situasi dapur yang tidak beraturan dan tertata, Nanik memberikan peringatan kepada pengelola SPPG Talang Jambe untuk melakukan perbaikan menyeluruh dalam waktu satu bulan. Jika tidak ada pembenahan, katanya, pihak BGN akan melakukan evaluasi lanjutan terhadap operasional fasilitas tersebut hingga ancaman ditutup.
Berdasarkan informasi yang diterima, SPPG yang disidak oleh BGN pada pekan awal Maret lalu merupakan dapur yang dikelola Kepala SPPG Yanuar dan milik Yayasan Cahaya Sriwijaya. Dapur telah operasional sejak 21 Agustus 2025.


















