Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Penyebab Atap SDN 30 Palembang Senilai Rp150 Juta Roboh saat Hujan
Komisi IV DPRD Palembang sidak ke SD N 30 Palembang (Dok. DPRD Palembang)
  • Plafon SDN 30 Palembang roboh karena penyumbatan saluran air, sudah diperbaiki oleh pihak ketiga.
  • Harga perbaikan plafon sekitar Rp150 juta, bukan tujuh miliar rupiah seperti yang diviralkan sebelumnya.
  • Komisi IV DPRD menghimbau Pemkot untuk memperbaiki sistem drainase agar tidak terjadi banjir di sekolah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Video atap atau plafon Sekolah Dasar (SD) Negeri 30 Palembang yang roboh saat hujan, sempat viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu. Plafon itu roboh diketahui karena adanya penyumbatan saluran air.

"Kejadian plafon yang sempat viral kemarin, saat ini sudah diperbaiki oleh pihak ketiga," ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Palembang Yustin Kurniawan Zendrato saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Andri Adam dan M Sholatudin dalam keterangan rilis yang diterima, Minggu (13/4/2025).

1. Pekerjaan plafon tidak sampai Rp7 miliar

Komisi IV DPRD Palembang sidak ke SD N 30 Palembang (Dok. DPRD Palembang)

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Palembang melakukan sidak ke lokasi kejadian di SDN 30 pada Sabtu 12 April 2025. Dalam sidak itu disampaikan, harga plafon tersebut senilai Rp150 juta dan bukan miliaran rupiah.

"Kami jelaskan pekerjaan plafon ini bernilai sekitar 150 juta dan bukan tujuh miliar sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya," kata Yustin.

2. Plafon roboh dan bocor karena ada sumbatan air

Komisi IV DPRD Palembang sidak ke SD N 30 Palembang (Dok. DPRD Palembang)

Tak hanya plafon SDN 30 Palembang yang roboh, video viral juga menunjukkan bangunan sekolah terlihat banjir di beberapa titik area kegiatan belajar. Menurut Yustin, kondisi plafon roboh disebabkan karena banyak kotoran yang tersumbat.

"Robohnya plafon bocor ini disebabkan oleh banyaknya kotoran berupa daun dan ranting, sehingga terjadi penyumbatan di saluran pembuangan air di pipa pembuangan," jelas dia.

3. Harap sinergitas dengan Pemkot Palembang dan dinas terkait

Komisi IV DPRD Palembang sidak ke SD N 30 Palembang (Dok. DPRD Palembang)

Melihat kondisi sekolah memprihatinkan, Komisi IV DPRD menghimbau perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) yang hadir dalam sidak untuk memperbaiki sistem drainase saluran air pembuangan agar tidak menyebabkan banjir disaat hujan deras.

Diketahui, selain komisi IV DPRD, beberapa pihak yang ikut dalam sidak di SDN 30 Palembang ada dari Plt Kabid SD Disdik Palembang Hadi, dan Kepala SDN 30 Zainuri AK.

"Dinas terkait juga diharapkan dapat bersinergi dengan melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon sehingga daun kering tidak lagi menyumbat saluran air," kata Yustin.

4. Pastikan siswa SDN 30 Palembang belajar lancar

Komisi IV DPRD Palembang sidak ke SD N 30 Palembang (Dok. DPRD Palembang)

Kemudian lanjut Andri Adam, pihak DPRD Palembang juga memastikan tidak ada korban dalam kejadian plafon roboh. Karena kata dia, peristiwa tidak terjadi saat jam belajar mengajar.

"Kami memastikan siswa siswi bisa belajar seperti biasanya," jelas dia.

Editorial Team

Related Article