Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pengamat: Swing Voters di Pilkada Sumsel akan Meningkat
Tiga paslon Pilgub Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pilgub Sumsel 2024 akan diikuti tiga pasangan calon, memunculkan persaingan politik menarik
  • Tingginya angka swing voters dan undecided voters menunjukkan masyarakat menunggu program konkret dari kandidat
  • Kehadiran tiga pasangan calon memberikan lebih banyak pilihan kepada pemilih dan mendorong pendatang baru untuk menyampaikan solusi konkret
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) 2024 diprediksi akan menjadi ajang pertarungan politik yang menarik dengan munculnya tiga nama kandidat. Dua petahana dan seorang mantan Wali Kota Palembang siap bersaing dalam kontestasi politik yang akan digelar pada November mendatang. Keberadaan tiga pasangan calon ini dinilai akan membuka peluang besar bagi pemilih yang belum menentukan pilihan atau swing voters.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Yulion Zalpa, mengungkapkan bahwa kehadiran tiga pasangan calon akan membuat peta dukungan berubah seiring berjalannya waktu. "Dengan kehadiran tiga pasangan calon, diperkirakan pola dukungan akan berubah, terutama di antara pemilih yang masih ragu-ragu," kata Yulion pada Sabtu (31/8/2024).

1. Masyarakat Sumsel perlu tawaran konkret

ilustrasi pilkada (IDN Times/Esti Suryani)

Berdasarkan hasil survei sementara, salah satu petahana mendapatkan dukungan yang cukup tinggi. Namun, Yulion menegaskan bahwa hasil survei tersebut tidak bisa menjadi acuan mutlak, terutama setelah pendaftaran resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2024.

"Tingginya angka swing voters dan undecided voters menjadi tanda bahwa masyarakat masih menunggu gerakan dan tawaran konkret dari ketiga kandidat," jelasnya.

2. Masyarakat menunggu program konkret

ilustrasi pemilu (dok. IDN Times/ Agung Sedana)

Saat ini, ketiga calon belum memberikan program kerja yang konkret kepada masyarakat. Pemilih cenderung menilai para kandidat berdasarkan faktor-faktor non-substansial seperti kesamaan suku, hubungan keluarga, atau sekadar gimmick politik yang tidak bermakna.

"Kedepannya, suara para pemilih ini sangat mungkin tergerus oleh manuver kampanye yang lebih substansial dan rasional," ujar Yulion.

3. Pentingnya program konkret untuk meningkatkan elektabilitas

Ilustrasi penyelenggara pemilu. (IDN Times/Sukma Shakti)

Yulion menekankan bahwa calon pendatang baru yang turut serta dalam Pilgub Sumsel perlu lebih aktif menyampaikan solusi konkret terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat untuk meningkatkan elektabilitas mereka. "Mereka yang mampu menarik perhatian dengan program kerja yang jelas dan solutif akan menjadi pilihan masyarakat," tegasnya.

Menurut Yulion, kehadiran tiga pasangan calon ini juga menjadi keuntungan tersendiri karena memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat. "Kita harusnya bersyukur tidak hanya ada dua pasangan calon. Sebab, jika hanya dua, pemilih seperti 'dipaksa' memilih antara wajah-wajah lama yang sudah dikenal. Hal ini dikhawatirkan dapat mempersempit pilihan dan berpotensi meningkatkan angka golput karena masyarakat merasa tidak ada alternatif baru yang cukup meyakinkan," tambah Yulion.

Editorial Team

Related Article