Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendaki Gunung Marapi Sumbar yang Dievakuasi Menderita Luka Bakar
Korban Erupsi Marapi. IDN Times/ Andri NH

Padang, IDN Times - Posko Pencarian dan Penyelamatan atau SAR Padang, Sumatra Barat (Sumbar), mencatat ada 35 pendaki yang terjebak saat erupsi Gunung Marapi pada Minggu (3/12/2023) sore. Namun tujuh orang di antaranya sudah berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit Padang Panjang. Proses evakuasi hingga Senin (4/12/2023) masih berlangsung.

Pantauan di lapangan, sejumlah pendaki yang berhasil di evakuasi tim SAR gabungan sejak malam tadi mengalami luka bakar, robek, dan patah tulang.

"Beberapa yang berhasil dievakuasi mengalami luka bakar dan ada yang patah tulang," kata Komandan Regu Kantor SAR Padang, Wahyu Hidayat, Senin (4/12/2023).

1. Evakuasi dengan sistem estafet

Korban Erupsi Marapi. IDN Times/ Andri NH

Menurut Wahyu, proses evakuasi dilakukan dengan sistem estafet. Korban yang dibawa oleh tim penyelamat di gunung, akan diserahkan ke tim penyelamat yang menunggu di titik evakuasi yang sudah ditentukan. Sistem ini juga menghemat energi tim evakuasi.

"Evakuasi kita pakai sistem estafet," ujar Wahyu.

2. Butuh bantuan logistik

Erupsi Marapi. IDN Times/Andri NH

Selain faktor cuaca malam tadi yang diguyur hujan dan erupsi terus terjadi, kendala lain adalah kekurangan logistik.

Menurutnya, logistik untuk kebutuhan regu penyelamat gabungan sudah mulai menipis. Ia berharap ada tambahan logistik untuk memperlancar proses evakuasi pagi ini.

3. Sudah sembilan kali letusan

Erupsi Marapi. IDN Times/Andri NH

Diketahui, Seismogram Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pengamat Gunung Api Marapi mencatat sejak pukul 00.00 WIB hingga saat ini Gunung Marapi sudah mengalami 9 kali letusan.

Letusan disertai dengan 43 kali hembusan dengan ketinggian kolom abu vulkanik mencapai 3 ribu meter.

Editorial Team

Related Article