Pemkot Palembang Siapkan Kenaikan Anggaran untuk Makan Gratis

- Alokasi anggaran program makanan gratis untuk siswa sekolah Palembang berpotensi meningkat dari Rp42 miliar menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat.
- Makanan gratis disiapkan sesuai standar gizi, melibatkan ahli gizi, dan melalui pengecekan oleh Dinas Kesehatan. Simulasi program akan terus dilakukan hingga 2025.
- Pemkot sementara ini menargetkan pelaksanaan simulasi di satu sekolah per kecamatan, dengan evaluasi mencakup cita rasa, porsi makanan, serta tanggapan dari siswa dan sekolah.
Palembang, IDN Times – Penjabat Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran untuk program makanan bergizi gratis bagi siswa sekolah berpotensi meningkat dari estimasi awal sebesar Rp42 miliar. Penyesuaian ini menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait petunjuk teknis (Juknis) dan pelaksanaan (Juklak).
"Soal anggaran kita tunggu ketentuan lebih lanjut, jika pun Pemkot diminta (menambah anggaran) tentu akan disiapkan, tapi saat ini kita bisa tahu estimasinya dari anggarannya simulasi catatan Disdik. Masih harus tunggu Juknis (petunjuk teknis) dan Juklak (petunjuk pelaksanaan)," kata dia saat meninjau simulasi makanan bergizi gratis di SMP N 10 Palembang, Kamis (21/11/2024).
1. Simulasi makanan bergizi di Palembang hingga awal 2025

Ucok menegaskan bahwa makanan gratis untuk siswa disiapkan sesuai dengan standar gizi, melibatkan ahli gizi, dan melalui pengecekan oleh Dinas Kesehatan. Simulasi program akan terus dilakukan hingga ketentuan pusat final pada 2025.
"Takaran gizinya sudah dihitung oleh tim ahli. Kami akan terus melakukan simulasi sambil menunggu ketentuan dari pusat," jelasnya.
2. Pemkot evaluasi program makan bergizi gratis setelah simulasi

Pemkot sementara ini menargetkan pelaksanaan simulasi di satu sekolah per kecamatan. Selama masa uji coba, evaluasi akan dilakukan mencakup cita rasa, porsi makanan, serta tanggapan dari siswa dan sekolah.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang Adrianus Amri, selama petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari pusat belum jelas.
Pemkot juga akan memantau bagaimana kondisi sekolah yang akan menerima makanan gratis seperti jam berapa sekolah itu waktu pulang, apakah ada sekolah di waktu siang hingga jadwal belajar sampai hari Jumat atau Sabtu.
"Harus dilihat juga, artinya apakah kita bisa cover mereka semua (terima makan gratis), kemudian siswa SD kelas 1 dan 2 mereka pulang jam 10, lalu jam berapa kita kasihnya, ini juga jadi evaluasi kita," katanya.
3. Makanan bergizi gratis di Palembang pakai katering kerja sama UMKM

Informasi dari Pemkot, menu makanan bergizi gratis di Palembang berasal dari kerjasama antar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan instansi perizinan. Hidangan tersebut dipersiapkan pihak ketring yang tentunya sudah dicek oleh dinas kesehatan setempat.
"Katering kita kerjasama dengan UMKM, Dinkes, DPMPTSP, mungkin dibagi per wilayah agar memudahkan distribusi makanan serta ketahanan makanannya jika dekat dengan sekolah," jelas Amri.

















