Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Palembang Keruk Sungai dan Bongkar Bangunan Cegah Banjir
Pemkot Palembang keruk anak sungai untuk cegah banjir (Dok. Kominfo Palembang)
  • Pemerintah Kota Palembang mengeruk anak Sungai Musi untuk minimalisir banjir.
  • Pengerukan dilakukan di Komplek Perumahan Arofatuna, Kelurahan Karya Baru dengan total panjang 2 km dan kedalaman 2 meter.
  • Penyebab banjir adalah sumbatan air akibat tumpukan sampah rumah tangga dan banyak bangunan ilegal di DAS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang berkomitmen melakukan pencegahan banjir lewat program rutin mengeruk anak Sungai Musi dan membongkar bangunan di atas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Terbaru, Pemkot mengeruk anak Sungai Musi di kawasan Alang-alang Lebar, Rabu (24/7/2024) dengan menerjunkan sejumlah personel mengantisipasi genangan air di lingkungan padat penduduk sekitar wilayah anak sungai.

"Pengerukan sungai bertujuan meminimalisir terjadinya banjir, dengan kondisi sungai yang sudah menyempit dan tingkat kedalaman makin berkurang," ujar Pj Wako Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta.

1. Pengerukan anak sungai di Palembang telah berproses 2 bulan

Pj wako Palembang Ucok Abdulrauf Damenta (Dok. Kominfo Palembang)

Lokasi pengerukan anak Sungai Musi di kawasan Alang-alang Lebar berada di Komplek Perumahan Arofatuna, Kelurahan Karya Baru. Total panjang pengerukan anak sungai tersebut sekitar 2 kilometer dengan kedalaman 2 meter setelah pengerukan.

"Secara teknis pengerukan dilakukan sudah hampir 2 bulan, sekitar 2 hari lagi akan selesai dan pindah lokasi lagi. Mengantisipasi musim hujan," kata dia.

2. Aliran air yang tersumbat sering terjadi di kawasan perumahan penduduk

Pemkot Palembang keruk anak sungai untuk cegah banjir (Dok. Kominfo Palembang)

Pengerukan anak Sungai Musi harus optimal upaya memperbaiki kondisi sumbatan serta pengaliran lewat irigasi baru bisa membantu air yang tergenang cepat menyerap dan kering. Masalah utama banjir karena sumbatan paling sering akibat tumpukan sampah rumah tangga dari masyarakat.

"Mampet itu sebagian besar ada di pemukiman penduduk dan itu yang akan kita lakukan normalisasi," timpalnya.

3. Pemkot Palembang bongkar 400 bangunan di atas DAS

Pemkot Palembang keruk anak sungai untuk cegah banjir (Dok. Kominfo Palembang)

Tak hanya faktor tumpukan sampah, penyerapan air di Palembang kurang maksimal juga dipengaruhi banyak bangunan di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) berdiri tanpa izin. Sementara Pemkot akan mengevaluasi apabila ada bangunan yang menghambt aliran air dengan teguran atau langsung dibongkar.

"Ada solusi terbaik, selain imbau warga jangan sembarangan mendirikan bangunan di atas aliran sungai, yakni pembongkaran. Saat ini Palembang sudah 400 bangunan dibongkar," kata dia.

Editorial Team

Related Article