Konten Rendang Hilang Willie Salim, Lukai Wisata Palembang

- Sektor wisata Palembang terdampak negatif oleh konten rendang Willie Salim yang disebut rekayasa
- Pelaporan Willie Salim ke polisi dapat menurunkan promosi wisata dan citra Kota Palembang secara keseluruhan
- Organisasi masyarakat, termasuk influencer Suzan Oktaria, siap melaporkan Willie Salim atas dugaan pencemaran nama baik
Palembang, IDN Times - Sektor wisata Palembang berpotensi tak dilirik wisatawan karena stereotipe buruk. Apalagi citra Kota Pempek kini negatif, pascakonten rendang Willie Salim ramai dibahas publik.
Diketahui, Willie Salim membuat konten masak 200 kilogram rendang di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Dinarasikan, saat Willie meninggalkan lokasi selama 15 menit, rendang yang belum masak tersebut ludes digasak oleh warga yang berkerumun. Kini konten tersebut dianggap rekayasa alias setingan yang mencemari reputasi baik Kota Palembang, dan membuat sejumlah pihak melaporkan Willie Salim ke polisi.
1. Proses hukum Willie Salim butuh waktu lama

Menurut pengamat hukum Universitas Taman Siswa Palembang Ki Dr Azwar Agus, pelaporan Willie Salim ke ranah pidana bisa menyebabkan sektor promosi wisata menurun. Sebab katanya, setelah diproses secara hukum, prosesnya jadi panjang dan menyita waktu.
"Perhatian publik akan lebih tertarik terhadap efek Willie salim yang dilaporkan, bukan fokus ke wisata Palembang. Setelah ini, publik jadi harus berpikir banyak, apakah perlu berkunjung ke Palembang. Kondisi ini, membuat wisata kita juga jadi tidak baik kedepannya," jelas dia, Minggu (23/3/2025).
Belum lagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sempat meminta maaf kepada Willie Salim melalui media sosial (medsos) terhadap kelakukan warga, menambah citra kota yang seolah-olah benar jika Kota Pempek ini tidak aman dan masyarakatnya tak tertib.
"Jika Pemkot Palembang sebagai pihak yang dirugikan melaporkan Willie Salim, efeknya tidak baik untuk kepemimpinan pejabat daerah. Artinya pemerintah membenarkan warganya bersikap buruk," kata dia.
2. Influencer Palembang ungkap dugaan konten Willie Salim rekayasa

Persoalan konten Willie Salim ini memang masih hangat dibahas. Belum lagi, sudah banyak organisasi masyarakat yang geram dan kompak akan melaporkan Willie Salim ke polisi. Salah satunya, Influencer dan Blogger Palembang Suzan Oktaria.
Tak saja ingin melaporkan Willie Salim secara hukum, Suzan pun jadi warga Palembang yang pertama kali mengungkap dugaan rekayasa konten Willie Salim. Dia menyampaikan dugaan itu lewat media sosial TikTok @suzannita_ dan banyak didukung oleh warganet.
Suzan Oktaria bersama para influencer Palembang Sumsel bersiap dan mengumpulkan barang bukti yang kuat untuk melaporkan selebgram Willie Salim ke kepolisian, atas dugaan pencemaran nama baik.
"Ternyata bukan saya sendiri yang jengah, bahkan pelaku wisata di Sumsel juga merasa kesal dengan kasus ini. Selayaknya ada SOP buat event masak di sana (BKB), pengamanan yang jelas, mengatur alur massa dari proses masak hingga pembagian," kata dia.
3. Polisi sebut akan menindaklanjuti laporan Willie Salim

Sebelumnya, Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Andi Rian Djajadi pun mempersilakan masyarakat Palembang untuk melaporkan konten kreator bernama Willie Salim ke polisi. Pernyataan tersebut disampaikan Andi Rian, jika masyarakat Palembang merasa dirugikan dengan konten yang dianggap telah mencederai perasaan masyarakat.
Menurutnya, dengan melaporkan Willie Salim, barulah polisi dapat bertindak melakukan penyelidikan dan penyidikan. Konten memasak daging rendang ini membuat masyarakat geram karena dinilai telah mendiskreditkan masyarakat Palembang secara umum.
"Dengan adanya laporan dari masyarakat, pihak kepolisian bisa menindaklanjutinya. Sangat simpel kok (prosesnya)," jelas dia.
Diketahui, Willie Salim sudah meminta maaf lewat akun Instagram pribadinya @willie27_ terkait konten masak BKB Palembang. Willie mengaku tidak menyangka konten masak rendangnya akan menyakiti masyarakat Palembang setelah narasi negatif berkembang.
"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Palembang. Gara-gara kejadian ini, banyak narasi yang kurang menyenangkan terhadap warga Palembang," kata Willie Salim dikutip IDN Times.



















