Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Istri Tahanan Tewas di Lubuk Linggau Minta Pertolongan Jokowi
Istri Hermanto tersangka kasus pencurian dan pengerusakan yang tewas setelah ditangkap oleh anggota Polsek Lubuk Linggau (IDN Times/Dok. Istimewa)

Lubuk Linggau, IDN Times - Istri Hermanto tersangka kasus pencurian dan perusakan yang tewas di tahanan Polsek Lubuk Linggau, meminta pertolongan Presiden Joko 'Jokowi' Widodo.

Sang istri, Iin, berharap ada keadilan bagi suaminya yang tewas diduga karena dianiaya anggota Polsek Lubuk Linggau saat diperiksa.

"Pak Jokowi tolong dibantu kasus suami saya, tolong dituntaskan pak," ujarnya, Kamis (17/2/2022).

1. Keluarga meyakini Hermanto mengalami kekerasan

Ilustrasi Penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Iin mengungkapkan, terdapat banyak luka lebam di tubuh suaminya sehingga keluarga menyakini Hermanto menjadi korban penganiayaan hingga tewas.

"Kami sangat yakin (ada kekerasan)," ungkap dia.

2. Anak menantu Hermanto minta pelaku dipecat

IDN Times/Arief Rahmat

Dewi Kartika, menantu Hermanto juga meminta semua pelaku penganiayaan diproses sesuai hukum berlaku. Sebab tindakan penganiayaan itu telah menghilangkan nyawa mertuanya.

"Ini negara hukum, harus dihukum, bila perlu pecat, biar dia juga merasakan. Kami kehilangan seumur hidup. Kalau tidak dipukul, mana mungkin badannya lebam-lebam," timpal dia.

3. Polsek Lubuk Linggau masih menunggu hasil autopsi

Ilustrasi penjara (IDN Times/Mardya Shakti)

Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Harissandi menambahkan, sudah ada enam anggota polisi yang menjadi penyidik Hermanto diperiksa oleh Propam Polda Sumsel. Jenazah korban menjalani autopsi untuk mengetahui penyebab tewasnya Hermanto.

“Saat ini kami masih menunggu hasil autopsi," tamhahnya.

4. Proses hukum dan interogasi masih dilanjutkan

Ilustrasi tersangka (IDN Times/Mardya Shakti)

Harissandi menjelaskan, Hermanto ditangkap petugas karena diduga terlibat kasus pencurian dengan perusakan. Namun ia memastikan proses hukum bagi petugas yang diduga terlibat penganiayaan terus dilanjutkan.

"Jabatan mereka semua sudah nonaktif," tandas dia.

Editorial Team

Related Article