dr. Iche Andriyani Liberty, M.Kes, Ahli Epidemiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. (IDN Times/Humas Pemprov Sumsel)
Lonjakan kasus COVID-19 di Sumsel saat ini terus mengalami kenaikan. Jika dalam tiga hari terakhir kasus COVID-19 menyentuh angka 300 penambahan baru, maka di hari ini kasus konfirmasi positif mencapai 423 pasien. Hal ini menjadi rekor terbaru perkembangan kasus positif harian di Sumsel.
Dengan meningkatnya kasus per hari, kekhawatiran tersebut tidak hanya mengenai kekurangan tempat tidur melainkan kemungkinan tenaga kesehatan yang menangani pandemik collapse akibat semakin meningkatnya jumlah keterisian rumah sakit.
"Menambah BOR atau tempat tidur sangat mudah dilakukan. Tetapi bagaimana jika lonjakan kasus meningkat apakah tenaga dokter, perawat dan tempat tidur ICU di Sumsel siap. Ini yang harus menjadi perhatian jika kasus terus meningkat," ungkap Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty.
Lonjakan kasus akan berimplikasi dengan keterisian RS di Palembang. Hal ini dikhawatirkan dalam waktu dekat akan terisi semua dan, lonjakan kasus semakin tidak terkendali mengakibatkan rumah sakit kewalahan.
"Secara kuantitas tempat tidur ICU kita akan kewalahan, di atas 70 persen saja sudah berbahaya. Takutnya saat pasien datang dalam keadaan berat, RS tidak siap dan pasien datang mengantre seperti di Jawa," tutup Iche.