DKPP Sumsel Temukan Pedagang Nakal Jual Kurban Tak Sesuai Syariat

- DKPP Sumsel memantau 15 kandang ternak jelang Idul Adha
- Pedagang nakal menjual hewan di bawah usia layak untuk kurban
- Pedagang wajib informasikan usia hewan kurban kepada pembeli
Palembang, IDN Times - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatra Selatan (DKPP Sumsel) memantau 15 kandang ternak hewan jelang Idul Adha di Bumi Sriwijaya. Dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya menemukan pedagang dan peternak nakal yang menjual hewan di bawah usia.
"Kita temukan pedagang yang menjual hewan di bawah usia layak untuk kurban," ungkap Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, Kamis (13/6/2024).
1. Ada batasan usia ternak untuk dipotong

Ruzuan menyebutkan, pedagang nakal yang menjual hewan ternak di bawah umur sejauh ini tercatat tak banyak. Dirinya kembali menyosialisasikan pedagang untuk menjual kambing minimal usia 1 tahun, domba minimal berusia 6 bulan, dan sapi minimal 2 tahun.
"Ada beberapa saja, tidak banyak. Sudah kita sampaikan ke pedagang harus menginformasikan usia hewan ternak ketika dibeli dengan maksud untuk dikurbankan," beber dia.
Ruzuan mengatakan, pedagang wajib memberi informasi kepada masyarakat mengenai usia hewan kurban kepada pembeli. Jangan sampai hewan tak layak jual dan tak diketahui kondisinya dijual pedagang.
"Kita sudah sampaikan ke pemilik kandang agar menjual hewan kurban yang sesuai. Jika pun mereka ingin beli yang tak sesuai syariat, pastikan itu bukan untuk kurban. Kadang ada pembeli mau yang bagus tapi ingin harga murah, menyesuaikan anggaran mereka," jelas dia.
2. Belum ada laporan ternak sakit

Menurutnya sejauh ini sudah 15 kandang yang dipantau, serta ditambah 2 kandang lagi hari ini sehingga total 17 kandang yang diperiksa. Pihaknya meminta kepada dinas terkait di kabupaten dan kota juga ikut memastikan kondisi hewan kurban yang dijual oleh pedagang.
"Jadi kita sama-sama melakukannya. Belum ada laporan soal hewan yang mati mendadak atau sakit serius," jelas dia.
3. Minta peternak berikan vitamin ke ternak

DKPP Sumsel belum menemukan hewan kurban yang mengalami sakit akibat pancaroba. Namun sebagai antisipasi, dia meminta peternak memberikan vitamin agat kondiai hewan tetap sehat.
"Belum ada laporan hewan kurban sakit karena pancaroba ini, tapi tinggal beberapa hari lagi Idul Adha. Mudah-mudahan tak ada pengaruhnya. Tapi kita imbau peternak untuk memberi vitamin," tutup dia.


















