Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Depresi Utang dan Ditinggal Istri, Pria Gantung Diri di Atas Sajadah

Depresi Utang dan Ditinggal Istri, Pria Gantung Diri di Atas Sajadah
ilustrasi depresi (unsplash.com/ Gadiel Lazcano)
Intinya Sih
  • Bayu (30) ditemukan tewas tergantung di pondok kebun karet
  • Korban ditemukan gantung diri oleh tetangga sekitar pukul 06.00 WIB
  • Keluarga korban menyatakan bahwa Bayu depresi karena banyak utang dan sedang pisah ranjang dengan istrinya
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Lubuk Linggau, IDN Times - Bayu (30) warga Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan (Sumsel), ditemukan tewas dalam kondisi tergantung, Sabtu (6/4/2024) pagi.

Saat ditemukan, korban sudah meninggal dunia di sebuah pondok kebun karet dalam kondisi tergantung di kayu balok penyangga rumah menggunakan kain putih di atas sajadah.

1. Korban ditemukan tetangga pada pagi hari

Ilustrasi jenazah
Ilustrasi jenazah

KBO Reskrim Polres Lubuk Linggau, Iptu Suroso, mengatakan mayat korban ditemukan antara sekitar pukul 06.00 WIB oleh tetangga.

"Korban ditemukan gantung diri menggunakan kain putih yang diikatkan ke balok tengah rumah," ungkap Suroso, Sabtu (6/4/2024).

2. Lokasi pondok kebun jauh dari permukiman

ilustrasi depresi(pexels.com/Andrew Neel)
ilustrasi depresi(pexels.com/Andrew Neel)

Ia menambahkan, tetangga kebun korban hendak menyadap karet dan tidak melihat korban. Tetangganya sempat memanggil korban berulang-ulang namun tidak ada jawaban.

"Tetangganya hendak mau motong karet, memanggil korban tidak ada jawaban, setelah mendekat baru melihat korban gantung diri," jelasnya.

Kemudian tetangganya memanggil warga dan melapor ke Polres Lubuk Linggau. Warga bersama anggota langsung menuju lokasi.

"Lokasi pondok kebun dari pemukiman sekitar 4-5 km, agak jauh dan tidak bisa menggunakan motor. Terpaksa harus jalan kaki ke TKP yang berada di kebun karet atau kebun durian," ungkapnya

3. Pisah ranjang dengan istri dan terjerat utang

pexels.com
pexels.com

Menurut keterangan keluarga korban, sebelum kejadian dua hari kemarin korban sempat pamit ingin tinggal di pondok kebun tetangganya. Sementara dari keterangan keluarga, korban depresi karena banyak utang.

"Status korban dan istrinya sedang pisah ranjang, diduga karena depresi itu korban memilih tinggal di kebun untuk memenangkan diri. Pondok tempat gantung diri itu menumpang dengan orang lain," tutupnya.

4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

pinterest
pinterest

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.

Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. RS jiwa tersebut ialah:

RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444

NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:
Jangan Bunuh diritelp: (021) 9696 9293email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHTmessage via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID)direct message via Twitter: @IntoTheLightID
Kementrian Kesehatan Indonesiatelp: (021) 500454

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Yuliani
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi
Yuliani
EditorYuliani

Latest News Sumatera Selatan

See More