4 Warga Sumbar yang Dievakuasi dari Lebanon Sampai di Ranah Minang

- 4 warga Sumbar dievakuasi dari Lebanon
- Keempat orang tersebut terdiri dari 2 dewasa dan 2 anak-anak, berasal dari Kabupaten Pasaman Barat dan Agam
- Mereka diinapkan di hotel BUMD sebelum diserahkan kepada keluarganya masing-masing
Padang, IDN Times - Sebanyak 4 orang warga Sumatra Barat berhasil dievakuasi dari Lebanon. Mereka sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Selasa (15/10/2024).
Keempat orang itu terdiri dari 2 orang dewasa dan 2 orang anak-anak yang tiba di BIM pada pukul 08.05 WIB.
1. Keempat warga itu berasal Kabupaten Pasaman Barat dan warga Kabupaten Agam

Keempat orang warga Sumbar yang dievakuasi dari Lebanon tersebut adalah Rina Mardiani (33), Muhammad Lutfi Ahmadi (23), Muhammad Muhalhal (6) dan Ahmad Muhalhal (4).
"Alhamdulillah warga kita yang dievakuasi dari Lebanon sudah sampai di sini pagi ini," kata Plt Gubernur Sumbar, Audy Joynaldi.
Ia mengungkapkan, 4 orang tersebut merupakan warga Kabupaten Pasaman Barat dan warga Kabupaten Agam.
2. Salah satu yang dievakuasi itu adalah mahasiswa

Audy mengungkapkan, 4 orang warga Sumbar yang sudah kembali itu merupakan istri dan anak warga Lebanon serta mahasiswa.
"Untuk Rina itu suaminya orang Lebanon dan dia kembali bersama 2 anaknya Ahmad dan Muhammad," katanya.
Sementara Lutfi yang juga baru sampai di Ranah Minang merupakan mahasiswa salah satu universitas di Lebanon.
3. Keempatnya diinapkan di Balairung

Audy mengungkapkan, saat baru sampai dari Lebanon, warga Sumbar tersebut diinapkan di hotel yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Mereka kemarin itu diinapkan di Balairung, baru setelah itu dibawa ke Sumbar tadi pagi," lanjutnya. Setelah itu, 4 orang tersebut akan langsung diserahkan kembali kepada keluarganya masing-masing.
4. Pemerintah terus mengevakuasi WNI dari Lebanon

Sebelumnya, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Judha Nugraha mengatakan, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 79 WNI, dan satu WNA keluar dari Lebanon. Evakuasi ini merupakan tindak lanjut setelah Israel masih terus menggempur Lebanon dengan dalih memburu para pejuang Hizbullah. Pada Sabtu lalu (12/10/2024), serangan udara Israel membunuh 51 orang dan melukai 174 orang.
Judha mengungkap, gelombang ke-6 evakuasi WNI dari Lebanon itu dikonfirmasi telah tiba pada 10 Oktober 2024 pukul 22.00 WIB, dengan mengangkut 14 WNI dari Lebanon melalui jalur udara dengan rute penerbangan dari Beirut menuju Jakarta dengan titik transit di Jeddah (Arab Saudi) dan Dubai (UEA).
Dari 14 WNI tersebut, 10 orang merupakan laki-laki dan empat orang perempuan. Para WNI berasal dari beberapa daerah di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah mengevakuasi 65 WNI dan satu WNA dalam lima gelombang evakuasi pada 10 Agustus 2024, 18 Agustus 2024, 28 Agustus 2024, 2 Oktober 2024, dan 3 Oktober 2024.
“Dengan demikian, total jumlah warga yang berhasil dievakuasi dari Lebanon oleh pemerintah RI adalah 79 WNI dan 1 WNA,” kata Judha dalam keterangannya, Senin (14/10/2024).
Menurut Judha, jumlah WNI yang masih berada di Lebanon saat ini sebanyak 85 orang. Sebanyak 17 WNI yang berprofesi sebagai pekerja migran dan diaspora yang menikah dengan WNA sebelumya telah kembali secara mandiri, baik dengan biaya perusahaan maupun pribadi.
KBRI Beirut juga telah menetapkan status Siaga I untuk seluruh wilayah Lebanon sejak 4 Agustus 2024. Koordinasi intensif untuk menetapkan rencana kontingensi, termasuk rute evakuasi telah dilakukan dengan melibatkan seluruh perwakilan RI terkait, termasuk KBRI Amman, KBRI Beirut, KBRI Damaskus, KBRI Kairo, dan KBRI Roma.





![[FOTO] Ribuan Umat Islam di Palembang Salat Iduladha hingga ke Ampera](https://image.idntimes.com/post/20260527/upload_4708432f4cacb509af3079e80bab8b41_bb5739ee-5d4f-472c-94ea-43df85613e24_watermarked_idntimes-2.jpg)













