Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Impor Sumbar Meningkat 7,29 Persen, Ini Penyebabnya
Impor migas Kaltim tercatat mengalami penurunan sebesar 57,22 persen pada November 2024 kemarin. (Dok. PIS)
  • Nilai impor Sumatera Barat November 2024 meningkat 7,29% dari bulan sebelumnya.
  • Impor terbesar adalah bahan bakar mineral sebesar 28,28 juta dolar AS.
  • Impor terbanyak berasal dari Malaysia dan Singapura, dengan Singapura mendominasi sebesar 39,83%.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Padang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai impor Sumatra Barat November 2024 tercatat meningkat dibanding bulan sebelumnya.

"Peningkatan impor Sumbar pada November tercatat meningkat sebesar 7,29 persen dibanding bulan Oktober 2024," kata Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto, Sabtu (04/01/2025).

Ia mengatakan, peningkatan nilai impor tersebut dipengaruhi oleh golongan bahan baku penolong seperti bahan bakar mineral.

1. Nilai impor Sumbar November 2024

Ilustrasi ekspor-impor. (Dok. Kementerian Keuangan)

BPS mencatat, angka impor Sumatra Barat pada November 2024 sebesar 47,45 juta dolar Amerika Serikat.

"Pada Oktober, angka impor Sumbar tercatat sebesar 44,23 juta dolar Amerika Serikat," katanya.

Sugeng mengatakan, nilai impor Sumbar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya tercatat meningkat 24,85 persen.

2. Impor terbesar golongan bahan bakar mineral

Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau di Balikpapan menjadi salah satu pelabuhan yang melayani ekspor - impor. (Dok. Kaltim Kariangau Terminal)

Sugeng mengatakan, impor terbesar Sumatra Barat pada November adalah bahan bakar mineral sebesar 28,28 juta dolar Amerika Serikat.

"Bahan bakar mineral yang diimpor seperti golongan motor spirit, unleaded, of RON 90 and above but below RON 97," katanya.

Menurutnya, Impor bahan bakar mineral mendominasi impor Sumatera Barat pada Januari–
November 2024, yaitu 64,63 persen.

3. Impor terbesar dari Malaysia

Kepala BPS Sumbar, Sugeng Arianto (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)

Sugeng menyatakan, impor terbesar Sumatra Barat pada November 2024 terbanyak berasal dari Malaysia sebesar 14,42 juta dolar Amerika Serikat.

"Selain itu ada dari Singapura tercatat sebesar 13,04 juta dolar Amerika Serikat. Jika dibanding bulan lalu, angka impor dari Singapura ini tercatat berkurang," katanya.

Sementara, untuk impor Sumbar sejak Januari hingga November 2024 terbanyak berasal dari Singapura dengan perannya sebesar 39,83 persen.

Editorial Team

Related Article