Palembang, IDN Times - Kue delapan jam dan maksuba merupakan dua kue basah khas Palembang yang sudah dikenal sejak masa Kesultanan Palembang. Di balik rasanya yang legit dan manis, kedua kue tradisional ini menyimpan nilai sejarah sekaligus filosofi kehidupan masyarakat Palembang pada masa lalu.
Owner toko oleh-oleh khas Palembang, Palembang Harum, Mardho Tilla, mengatakan pihaknya mencoba mengenalkan kembali sejarah dua kue tersebut kepada konsumen melalui inovasi kemasan produk.
Menurutnya, pada setiap kotak kemasan disertakan cerita singkat mengenai sejarah kue delapan jam dan maksuba agar pembeli tidak hanya menikmati rasanya, tetapi juga memahami nilai budaya di baliknya.
“Supaya pembeli tahu sejarahnya, kami menampilkan cerita dan ilustrasi di kemasan. Ada dua warna, merah untuk kue delapan jam dan kuning untuk maksuba,” ujarnya.
